Penjual Sering Bohongi Pembelinya, Kucing Hutan Disebut Macan Dahan

Yusuf Supriadi (23), penjual hewan langka di Bogor, Jawa Barat yang sudah diringkus Bareskrim Mabes Polri, ternyata kerap mengelabui pembelinya.

Penjual Sering Bohongi Pembelinya, Kucing Hutan Disebut Macan Dahan
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Hewan langka elang di sangkar. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Yusuf Supriadi (23), penjual hewan langka di Bogor, Jawa Barat yang sudah diringkus Bareskrim Mabes Polri, ternyata kerap mengelabui pembelinya.

Yusuf memiliki lima anakan Kucing Hutan yang Ia jual Rp 3 juta per ekor.

Harga yang terlalu mahal untuk seekor kucing hutan. Di Pasar Pramuka, harga Kucing Hutan hanya Rp 500.000 per ekor.

Yusuf ternyata kerap mengelabui pembelinya dengan menyebut Kucing Hutan yang Ia miliki adalah Macan Dahan.

Makanya bisa menjualnya sampai Rp 3 juta. Padahal harga seekor Macan Dahan tahun 2012 lalu saja mencapai Rp 100 juta. Seorang penjual hewan langka menceritakan hal. Ini kepada Wartakotalive.com pada tahun 2012 lalu.

Macan Dahan ini masuk dalam kategori kucing besar. Tingginya saat dewasa bisa sebesar anjing Golden Retriever dengan tubuh yang lebih pendek. Dan ini masuk dalam kategori hewan amat dilindungi.

Statusnya sama seperti Harimau Sumatera. Kucing ini memiliki loreng yang cantik. Berbelang hitam putih dengan sedikit bercak cokel dengan buntut yang panjang.

Kasubdit 1 Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Mabes Polri, Ajun Komisaris Besar Sandi Nugroho, mengatakan, tersangka Yusuf punya pelanggannya sendiri.

Makanya setiap hewan langka yang Ia pesan dari Palembang, dalam sekejap akan lekas habis begitu tiba di tempatnya. "Sebab pembelinya sudah ada semua," kata Sandi.

Dia menjual Elang dewasa seharga Rp 5 Juta. Kemudian. Elang anakan seharga Rp 3 Juta. Sedangkan.

Kucing hutan yang semestinya hanya Rp 500an ribu saja, Ia jual sampai Rp 3 juta dan menyebut kucing hutan itu sebagai Macan Dahan ke pembelinya.

Lebih lanjut, Sandi mengatakan, Yusuf mengaku semua hewan itu Ia dapat dari sebuah sindikat penjualan hewan langka di Palembang.

"Kami memang mengendus ada sindikat besar (penjualan hewan langka) di Palembang," ucap Sandi.

Pihaknya kini tengah menelusuri hal itu.(ote)

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved