Citizen Journalism

Jalan Ekonomi Kita? Keluar dari Bayangan The Fed

Data kemeriahan konser Group Band Bon Jovi, sekitar 40 ribu tiket ludes dan banyak tiket palsu meski dibanderol dengan harga Rp 500 ribu - Rp 1,2 juta

Jalan Ekonomi Kita? Keluar dari Bayangan The Fed
Warta Kota/Wahyu Tri Laksono
Kemeriahan penonton konser Group Band Bon Jovi. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Keputusan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat Janet Yellen untuk memertahankan suku bung acuan di negeri Paman Sam pada pekan lalu, sesungguhnya menghentikan untuk sementara waktu atas spekulasi dan rumor yang sudah lama beredar lama dan mempengaruhi situasi ekonomi dunia.

Sistem ekonomi dunia yang saat ini semakin terhubung dalam jalinan nan rumit dan kompleks, membuat pola relasi tersebut saling berkait dan terikat dalam hubungan sebab-akibat saling bergantung.

Pendek kata “demam” di Tiongkok menyebabkan “pusing” di Amerika Serikat dan mengakibatkan “kejang” di bumi Pertiwi.

Kebijakan untuk tetap bertahan di suku bunga yang nyaris nol, yakni 0,25% tentu dimaksudkan oleh Yellen sebagai upaya memertahankan daya saing bagi produk Amerika dalam sistem perdagangan dunia, terlebih China sudah terlebih dahulu melakukan devaluasi mata uang Yuan untuk dapat keluar dari stagnasi ekonomi yang dihadapi.

Merujuk data di tingkat global tersebut hanya akan memerlihatkan ilustrasi tentang pentingnya membangun kapasitas produksi “antibiotik”, dan sebagai kesimpulan akhir kita harus segera membentuk sistem imunitas menjadi kemampuan untuk berdaya tahan serta kebal dari berbagai penyakit ekonomi di level dunia.

Gairah pasar domestik
Bayangkan sukses transaski jual beli kendaraan bermotor yang digelar bertajuk Gaikindo dengan menghasilkan penjualan sebesar Rp 5,4 triliun dan menghasilkan lebih dari 415 ribu pengunjung.

Belum lagi bila merujuk data kemeriahan konser Group Band Bon Jovi, sekitar 40 ribu tiket ludes dan banyak tiket palsu meski dibanderol dengan harga Rp 500 ribu hingga Rp 1,25 juta.

Maknanya, daya beli masyarakat terbilang besar, bahkan untuk dibelanjakan kepada kebutuhan yang tidak dalam kategori primer sebagai basic needs.

Bila demikian, maka pemerintah memang tidak bisa terus menerus menguntit The Fed sebagai acuan meski perlu dilakukan perbandingan secara berkala, namun membangkitkan ekonomi lokal adalah hal terpenting.

Berpikirlah tentang kegairahan dalam perspektif yang lebih progresif dan harus dibangun sebagai sebuah visi jangka panjang, atau ambil sudut pandang yang berbeda seperti ini, bila kemudian deretan kendaraan otomotif yang dipajang pada event Gaikindo adalah hasil produksi lokal, atau antusiasme konser band itu merujuk pada Group Slank misalnya.

Halaman
12
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved