Tiga Tahun Berjalan, Jakarta Gagal Total Terapkan Larangan Merokok

Tiga tahun berjalan, aturan penegakan kawasan tanpa rokok di Jakarta gagal total. Terlalu banyak lokasi publik yang masih memperbolehkan orang merokok

Tiga Tahun Berjalan, Jakarta Gagal Total Terapkan Larangan Merokok
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Riauaty saat memberikan penjelasan di jumpa pers di sebuah restoran di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (29/9/2015) 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Tiga tahun berjalan, aturan penegakan kawasan tanpa rokok (KTR) di Jakarta, gagal total. Terlalu banyak lokasi publik yang masih memperbolehkan orang merokok di dalamnya.

Berdasarkan survei dari Koalisi Smoke Free Jakarta, tercatat sebesar 70 persen lokasi publik di Jakarta yang disurvei masih melanggar KTR. Dari 1.550 lokasi yang disurvei, sebanyak 1.085 terbukti melanggar KTR.

Koordinator Koalisi Smoke Free Jakarta, Dollaris Riauaty Suhadi, mengatakan, mereka yang melanggar, antara lain mall, perusahaan, apotek, rumah makan, kafe, lokasi olahraga, kantor pemerintah, kantor polisi, pasar, rumah ibadah, dan tempat bermain anak.

Menurut Riauaty, paling banyak yang melanggar adalah di lokasi tempat pendidikan, yakni sebesar 47 persen.

Lalu kemudian lokasi pelayanan kesehatan sebesar 46 persen. Dan kantor pemerintah sebesar 42 persen.

Sementara itu, ucap Riauaty, lokasi publik yang paling banyak melanggar berada di Jakarta Timur, sebesar 44 persen. Sedangkan paling sedikit melanggar berada di Jakarta Selatan, yakni sebesar 27 persen.

"Kriteria lokasi yang disebut melanggar, yakni apabila ditemukan orang merokok didalamnya, ditemukan asbak, tidak ada tanda dilarang merokok, tercium bau asap rokok, ditemukan puntung rokok, dan ada ruang merokok," ucap Riauaty saat jumpa pers di sebuah restoran di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (29/9/2015).

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved