Breaking News:

Kebakaran

Musim Kemarau, Pasar di Kota Bogor Rawan Kebakaran

Ancaman kebakaran saat musim kemarau ini cukup mengancam, terutama ketika Bogor diguyur hujan.

Penulis: | Editor: Andy Pribadi
kebarakaran.co.id
Penyebab kebaran terbanyak akibat korsleting listrik 

WARTA KOTA, BOGOR - Sejumlah pasar di Kota Bogor rawan kebakaran.

Direktur PD Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Andri Latif mengatakan, kerawanan disebabkan berbagai faktor, mulai dari sistem instalasi listrik yang sudah tua hingga tidak berfungsinya hidran air.

Selain itu, musim kemarau juga berpotensi menimbulkan kebakaran.

"Ada pasar yang rawan kebakaran, yaitu Pasar Bogor dan Jambu Dua. Kondisi yang disebabkan karena kondisi pasar yang sudah tua, juga keamanan instalasi listrik yang harus dilakukan perbaikan," ujar Andri Latif kepada Wartakota di lokasi kebakaran ruko Merdeka Blok B, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bogor, Selasa (29/9).

Ancaman kebakaran saat musim kemarau ini cukup mengancam, terutama ketika Bogor diguyur hujan.

"Karena instalasi listrik yang sudah tua, sangat rawan konslet saat hujan turun," katanya.

Untuk mencegah terjadinya kebakaran, pihaknya secara rutin menerjunkan petugas K3 untuk melakukan pengecekan instalasi listrik di semua pasar di Kota Bogor.

"Upaya pengecekan terus dilakukan oleh petugas K3 di masing-masing pasar. Pengecekan mulai dari kondisi instalasi listrik, alarm kebakaran dan hidran air," katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan segera melakukan revitalisasi Pasar Bogor dan Jambu Dua.

Revitalisasi dilakukan untuk meminimalisir ancaman kebakaran di kedua pasar tersebut.

"Untuk Pasar Bogor tidak akan dilakukan pemindahan pedagang. Revitalisasi akan dilakukan per lantai. Ada 700 pedagang di Pasar Bogor, sementara akan dipindahkan ke kios yang kosong di lantai atas," katanya.

Sedangkan untuk pedagang di Pasar Induk Jambu Dua, sementara akan dindahkan ke bagian belakang pasar.

"Kita juga selalu memeriksa kondisi instalasi listrik di tiap kios

Lebih lanjut kata Andri, selain pengecekan instalasi, pihaknya bersama Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor melakukan simulasi antisipasi kebakaran di gedung.

"Salah satu yang membahayakan adalah penggunaan kabel serabut oleh pedagang," ujarnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved