Koran Warta Kota
Ibu Gendong Bayi Lemas Keluar Lift
Kucuran keringat membasahi wajah Nuryanti (31) dan bayinya Viza (29 bulan) usai dievakuasi dari lift Puskesmas Kelapa Gading, Jakarta Utara.
WARTA KOTA, KELAPAGADING— Kucuran keringat membasahi wajah Nuryanti (31) dan bayinya Viza (29 bulan) usai dievakuasi dari lift di lantai 2 Puskesmas Kelapa Gading, Jakarta Utara, oleh petugas Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Senin (28/9).
Wajah warga RW 003 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, itu terlihat pucat. Selama satu jam sejak pukul 08.30 hingga pukul 09.30, ibu dan anak yang hendak turun dari lantai 3 ke lantai 1 tersebut terjebak dalam lift yang tiba-tiba mati di tengah jalan.
Nuryanti mengaku panik karena lift tiba-tiba berhenti dan pintunya tidak bisa terbuka. "Saya dari lantai 3 mau turun ke lantai 1. Sehabis berobat di lantai 3, rencananya Nuryanti mau ke lantai 1 mengajak anak saya ke lokasi permainan di lingkungan Puskesmas," katanya.
Menurut Nuryanti, sehabis anaknya yang terkena sakit demam dan batuk berobat, dia pun masuk lift kemudian menekan angka 1. "Pas masuk lift nggak merasakan hal aneh. Tiba-tiba jleg lift nggak turun dan tombol-tombol lift-nya mendadak mati," ujarnya.
Ia pun panik. Berkali-kali dirinya berteriak meminta tolong lantaran kebingungan tak bisa keluar dari ruang berbentuk kotak dan berbahan titanium itu. Sesekali, Nuryanti menggedor-gedor pintu lift dengan harapan ada orang yang mendengar dan bisa membantunya.
Anaknya yang dia gendong pun kepanasan. Ditambah suara keras yang berasal dari tangannya ketika menggedor-gedor pintu lift membuat sang anak terkejut dan terus menangis. "Semakin lama, katanya, suhu di dalam lift semakin panas dan membuatnya semakin panik," ungkapnya.
Dalam kondisi kebingungan, apalagi napasnya sudah mulaui sesak, Nuryanti mengaku hanya bisa menangis dan berdoa agar ada petugas yang bisa menyelematkan. "Hampir 30 menitan saya teriak sampai baju saya basah berkeringat. Anak saya juga keringatan karena panas," tuturnya.
Pertolongan
Nuryanti pun mulai lega ketika beberapa orang laki-laki berteriak agar ia bersabar. Tak lama kemudian, suara beberapa orang yang mencoba membuka pintu lift terdengar oleh Nuryanti. Beberapa personel dari Sudin Penanggulangalan Kebakaran dan Penyelamatan pun datang dan berupaya membuka pintu lift tepat di lantai 2 Gedung Puskesmas tersebut. Berbagai cara telah dicoba petugas untuk membuka pintu lift, namun hasilnya sia-sia.
Alhasil, pintu lift yang sudah berumur 11 tahun itupun dibongkar paksa oleh petugas Penanggulangan Kebakaran. Para petugas membongkar pintu lift dimulai dari bagian bawah hingga ke bagian tengah.
Ketika pintu sudah terbuka dengan cara ditahan dua balok kayu, secara dramatis Nuryanti yang terlihat masih menggendong anaknya itu akhirnya bisa keluar dari dalam lift dalam kondisi lemas.
Warga yang tengah berobat bersama karyawan Puskesmas bersorak gembira ketika petugas berhasil mengeluarkan Nuryanti dan anaknya dari dalam lift. Petugas Penanggulangan Kebakaran Jakarta Utara mendapat laporan adanya ibu dan anak terjebak di lift sekitar pukul 08.30.
Nuryanti dan anaknya kemudian dibawa ke ruang perawatan untuk memulihkan kondisinya selain menghilangkan trauma. Dia diberi minuman dan disuruh menenangkan diri terlebih dulu.
Nuryanti dan anaknya berhasil diselamatkan petugas sekitar pukul 09.30. Beruntung, insiden itu tak membuat ibu dan anak itu terluka.
Hanya saja, Nuryanti pulang ke kediamannya masih dalam kondisi shock. Pasca insiden itu, lift pun ditutup dengan lembaran kain berwarna biru, dan tertulis 'Mohon Maaf Lift Dalam Perbaikkan'.
Bongkar pintu
Kepala Suku Dinas (Kasudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara Satriadi Gunawan mengatakan, ketika menerima telepon ada orang terjebak dalam lift sekitar pukul 08.30, pihaknya langsung mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Selain itu, Satriadi juga menugaskan 20 anak buahnya untuk segera memberikan pertolongan kepada pasien puskesmas tersebut.
"Kami menerima laporan sekitar pukul 08.30. Yang terjebak adalah seorang ibu dan anak berusia 29 bulan," katanya.
Menurut Satriadi, ketika melakukan pertolongan, lokasi kejadian yang berlokasi di Jalan Pelepah Elok, blok HF 7, Kelapa Gading sudah ramai oleh warga. Pihaknya berhasil menyelamatkan ibu dan anak tersebut sekitar 09.30.
Kesalahan teknis
Sementara itu, teknisi lift Puskesmas Kelapa Gading, Dudi (43), menyatakan bahwa kejadian tersebut diakibatkan daya listrik di puskesmas turun karena sebelum kejadian aliran listrik di wilayah padam.
"Daya listriknya sempat turun. Jadi daya kelistrikan untuk memasok atau menopang lift tidak kuat. Dengan kata lain, tegangan listriknya rendah. Kadang-kadang pihak PLN begitu, daya listriknya rendah, kemudian tiba-tiba tinggi lagi. Jadi komponen lift nggak bisa membaca sehingga pintu macet dan tak bisa terbuka," ujar Dudi di lokasi kejadian.
Menurut dia, naik turunnya daya listrik sudah biasa terjadi di puskesmas ini. Namun, ia mengakui kejadian seorang pasien terjebak di dalam lift merupakan kejadian pertama kali.
"Ini pertama kali terjadi, pak. Sebelumnya tidak pernah ada insiden. Makanya tadi genset sempat nyala ketika daya listrik turun dan langsung mati total. Tapi, walau genset menyala, juga tak bisa menopang tenaga untuk mengoperasikan lift," tuturnya.(m2)
Informasi lebih lengkap silakan baca Koran WARTA KOTA edisi Selasa (29/9/2015)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/201500928-terjebak-di-lift-puskesmas-kelapagading_20150928_140544.jpg)