Selasa, 7 April 2026

Pencabulan

Biadab, Duda Dua Anak Cabuli Balita di Tanahabang

Bocah perempuan berusia 3,5 tahun, DA, anak dari pasangan Titin Setia Anggraeni (29) dan Abdul Samad (30), dicabuli tetanggannya.

Editor: Suprapto
Tribunnews.com
Ilustrasi Perkosaan 

WARTA KOTA, PALMERAH— Kasus pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi.

Kali ini, bocah perempuan berusia 3,5 tahun, DA, anak dari pasangan Titin Setia Anggraeni (29) dan Abdul Samad (30) warga gang beringin RT 05/01 Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (25/9) menjadi korban pencabulan tetangganya, Salman (57), seorang duda.

Peristiwa tersebut diungkapkan secara langsung oleh ibunda korban, Titin Setia Anggraeni.

Diceritakannya, awal mula anak perempuan keduanya itu diketahui telah menanti korban saat dirinya bersama suami hendak mempersiapkan barang dagangan di rumahnya pada Jumat (29/9) sekira pukul 14.30 WIB.

Seperti biasa, selepas pulang sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), DA bermain dengan teman-teman sebayanya di gang depan rumah.

Namun, tanpa sebab, DA dikatakannya pulang ke rumah sembari menangis histeris, DA pun menyampaikan kepada dirinya jika kemaluannya sakit.

"Anak saya bilang kemaluannya sakit, katanya dimasukin tikus sama abang-abang deket rumah. Saya kaget, karena istilah tikus itu saya pakai untuk gantikan kata penis sama anak saya. Saya langsung periksa, ternyata benar kemaluan anak saya luka, terus di celananya ada bekas sperma," ungkapnya menahan tangis.

Mengetahui keterangan adik dari Bunga (8) itu, Titin pun segera menyampaikan kepada sang suami dan warga yang berkumpul di depan rumah.

Usai menenangkan sekaligus membersihkan luka pada kemaluan DA, perempuan kelahiran Lampung, 6 Agustus 1986 itu pun segera mendatangi rumah yang ditunjuk DA sebagai lokasi pencabulan.

"Suami saya sama warga langsung kumpulin anak-anak muda sini, termasuk Salman. Awalnya pas ditanya kenapa anak saya bisa nangis, Salman bilang kalau dia cuma cium sama cubit anak saya karena mainin ikan di akuarium, tapi pas saya tanya ke anak saya lagi, soal siapa yang lakuin, anak saya nunjuk dia sambil ketakutan," ungkapnya sedih.

Atas hal tersebut, warga pun kemudian mengamankan Salman di dalam rumah salah seorang warga.

Selama pemeriksaan warga, bapak dua anak itu tetap mengaku tidak melakukan pemerkosaan terhadap DA.

Tidak puas dengan keterangan Salman, sekaligus membuktikan penyebab luka pada kemaluan DA, pihak keluarga bersama perwakilan warga pun membawa DA bersama barang bukti celana dalam ke Rumah Sakit Angkatan Laut (AL) Mintoharjo.

Namun sayang, karena pelayanan visum sudah berakhir sekitar pukul 16.30 WIB, pihak keluarga pun membawa DA ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

"Tapi di RSCM juga kita ditolak, katanya staf rumah sakit kalau mau visum harus ada surat pengantar dari kepolisian. Tahu begitu, kita telepon tetangga yang ada di Polsek Tanah Abang, tapi tetangga bilang kalau urusan kekerasan anak dipegang sama Polres. Tahu begitu, kita langsung ke Polres untuk buat laporan sama minta surat pengantar," tambah Hidayat (55), tetangga Titin.

Berita Populer Lain: 

VIDEO: Wanita Non Muslim Memakai Hijab Takjub dengan Penampilannya

Pria yang Mudah Terangsang Akan Mudah Selingkuh

Tips Merapikan Lemari Pakaian Dalam 15 Menit

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved