Rabu, 8 April 2026

Koran Warta Kota

Bocah 4 Tahun Masuk Kolong Truk

Karim (4) menangis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (27/9) petang. Kepalanya dibalut perban.

Editor: Suprapto
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Inilah Karim (4), anak yang lolos dari api yang mengurungnya. Dia hanya mengikuti gerak ibunya sampai akhirnya bisa lolos dari kobaran api yang mengurungnya. 

WARTA KOTA, DEPOK— Karim (4) menangis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (27/9) petang. Kepalanya dibalut perban. Sekujur tangan dan punggungnya juga dibalut.

Dia terkena luka bakar saat meloloskan diri dari kobaran api ketika lapak kayu bekas milik ayahnya di Jalan Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok terbakar, Minggu (27/9) dini hari.

Dewi Halimah (31), ibunda Karim, menceritakan bagaimana anaknya berusaha meloloskan diri dari jebakan api. Menurut Dewi, dia terbangun dari tidur sekitar pukul 00.30 karena mendengar suara ribut yang meminta agar segera keluar rumah karena ada kebakaran.

Saat terbangun, kata Dewi, dirinya panik lantaran atap kamarnya sudah terbakar. Begitu juga saat keluar kamar, api sudah berkobar di seluruh atap. Rumah itu jadi mirip panggangan roti.

Dewi berteriak memanggil keluarga keponakan suaminya yang tidur di lantai atas. Kemudian dia menggendong anak bungsunya yang masih berusia 1,5 tahun.

Karim yang juga panik sambil menangis membuntutinya dari belakang. "Saya tidak sempat memegang Karim. Untungnya dia berinisiatif mengikuti saya," katanya.

Saat Dewi menerobos api yang berkobar dari atap, Karim pun ikut sampai tubuhnya juga terkena api. Kepanikan semakin menjadi-jadi karena Yuliono (35), suaminya, membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa membuka gerbang pertama. Makanya kepala Karim sempat terkena kayu-kayu panas yang terbakar kemudian terjatuh ke lantai. "Dia mengikuti saya terus," ucap Dewi.

Sambil menangis

Setelah pintu terbuka, sang suami sibuk mencari jalan keluar dari kepungan api. Dewi dan suaminya tak bisa lagi menggendong Karim.

Beruntung Karim bisa terus mengikuti Dewi. Bahkan ketika Dewi dan suaminya harus masuk ke kolong truk engkel yang menghalangi jalan menuju pintu keluar,

Karim pun mengikuti aksi itu walau sambil berteriak dan menangis lantaran kepalanya sudah terkena api. Dia jongkok kemudian merayap menerobos kolong mobil sehingga akhirnya bisa trhindar dari maut.

Akhirnya Karim pun ditolong warga, begitu pula Dewi dan suami serta anak bungsunya yang masih berada dalam gendongan.

Sementara itu, tetangga Yuliono, Jumiran (36) mengatakan, Yuliono beserta istrinya Dewi Halimah, berhasil lolos dari api setelah bagian samping pagar yang memisahkan lapak mereka dengan lapak bengkel las, terbuka setelah ditabrak oleh mobil bak terbuka milik Purwanto, karyawan bengkel las.

"Karena pagar samping ditabrak Pak Pur pakai mobil, Yuliono dan istri bisa keluar dari lapak mereka yang dikepung api. Sementara, kata Jumiran, keponakan Yuliono, yakni Mahmud dan istrinya Elok Isrowiyah serta anak mereka Azzam, saat kejadian, justru berlari ke arah depan pagar dan bukan ke samping seperti yang dilakukan Yuliono.

Karenanya Mahmud, Elok dan Azzam terjebak api. Sebab pagar depan berupa pagar kawat setinggi 3 meter yang ditumpangi sejumlah kayu, masih terkunci rapat dengan rantai gembok.

Akibatnya Mahmud, Elok dan Azzam berteriak histeris sebelum tubuh mereka terbakar api. (ote/bum)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved