Formula 1

Beginilah Sensasi Hamilton

Ini hari yang sangat emosional. Saya begitu larut dalam kegembiraan, ujar Hamilton yang tahun lalu juga menjuarai GP Jepang.

Beginilah Sensasi Hamilton
Warta Kota/AFP
Lewis Hamilton. 

WARTA KOTA, SUZUKA - “Bagi saya bisa memenangi balapan di mana saya suka menyaksikan Ayrton Senna mengemudi dan menyamai jumlah kemenangannya, rasanya tak nyata,” kata pembalap Mercedes, Lewis Hamilton.

Ia sukses menyamai jumlah 41 kemenangan yang dibukukan Ayrton, pembalap idola masa kecilnya.

Start dari posisi kedua balapan Formula Satu (F1) Grand Prix (GP) Jepang, Minggu (27/9) siang WIB, Hamilton berhasil menyalip rekan setimnya, Nico Rosberg pada tikungan pertama.

Bahkan, Rosberg harus melebar dan turun ke posisi keempat sebelum berjuang untuk finis di posisi kedua.

Hamilton pun tak terbendung. Ia menyelesaikan 53 putaran di Sirkuit Suzuka, Jepang, dalam tempo satu jam 28 menit 6.208 detik.

“Ini hari yang sangat emosional. Saya begitu larut dalam kegembiraan,” ujar Hamilton yang tahun lalu juga menjuarai GP Jepang.

Diambang juara
Sukses di Jepang kian memerbesar peluang Hamilton untuk mempertahankan gelar juara dunia F1.

Saat ini, pembalap berusia 30 tahun itu memimpin klasemen sementara pembalap dengan nilai 277, unggul 48 poin atas Rosberg dan 59 angka atas pembalap Ferrari, Sebastian Vettel.

Selepas Jepang, GP F1 mentas di Rusia, Amerika Serikat, Meksiko, Brasil, dan Uni Emirat Arab. Meski demikian, Hamilton enggan membayangkan gelar juara lebih dini. Ia justru memuji kebangkitan tim yang pada GP Singapura pekan lalu, gagal total.

Hamilton tak bisa menyelesaikan balapan sedangkan Rosberg hanya menempati posisi ketiga pada balapan yang dimenangi Vettel tersebut.

“Ini kerja fantastis dari tim. Sungguh menyenangkan bisa kembali ke sini (podium).

“Lewis melakukan start yang lebih baik,” timpal Rosberg.

Sementara itu, Vettel menolak lempar handuk. Pria yang memburu gelar juara dunia kelimanya ini mengatakan, “Ini belum selesai sampai benar-benar (musim F1) berakhir. Saya ini pembalap macam apa jika harus berhenti untuk percaya?.” (eko)

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved