Lingkungan di Pasar Kaget Bendungan Melayu Memprihatinkan
Maraknya PKL di Pasar Kaget Bendungan Melayu, membuat lingkungan di sisi kanan kiri Jalan Bendungan Melayu, Koja, terlihat kumuh, Jumat.
WARTA KOTA, KOJA - Maraknya Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Kaget Bendungan Melayu, membuat lingkungan di sisi kanan kiri Jalan Bendungan Melayu, Koja, Jakarta Utara, terlihat kumuh, Jumat (25/9/2015).
Selain bau busuk menyengat lantaran maraknya sampah berserakan, keberadaan mereka juga membuat akses jalan pun menyempit.
Pantauan Warta Kota, diketahui lapak para PKL ini sudah sering ditertibkan oleh petugas penertiban setempat berkali-kali.
Namun, hal itu tidak membuat mereka jera, hingga kembali membuat kumuh jalan di Jalan Bendungan Melayu itu.
Tak ada satupun petugas penertiban yang mengawasi kawasan itu, hal itu berdampak bebasnya PKL ini menjajakan dagangannya.
Kebanyakan dari mereka menjual bahan-bahan masakan dapur, dan sayur - mayur yang digelar di bibir jalan itu.
Selain pedagang sayur, ada pedagang hewan kurban yang berdagang tepat di bibir saluran air.
Selain kotoran hewan kurban berserakan, bau busuk menyatu dengan sampah-sampah hasil PKL yang berceceran di jalan.
Tak jauh dari lokasi berdagang, terlihat saluran air yang lebarnya sekira 2-3 meter. Saluran itu nampak kering.
Bahkan, bau tak sedap menyengat di hidung lantaran banyaknya sampah hasil PKL yang dibuang di saluran itu.
Sampah-sampah itu merupakan sayuran busuk, plastik, serta krat-krat kayu untuk mengangkut bahan sayur-mayur.
Tak hanya itu, terlihat warga pun cuek melihat kondisi pasar kaget yang terbilang memprihatinkan.
Mereka membeli sayur-mayur di PKL-PKL tersebut, sembari menutup hidung.
Maraknya masyarakat di lokasi, membuat akses jalan di Bendungan Melayu semakin sempit. Alhasil para pengendara motor melaju perlahan.
Namun, kesulitan bagi pengendara roda empat alias mobil.
Mau tak mau, pengendara mobil berjalan perlahan, bahkan memberhentikan lajunya, apabila ada orang yang berlalu-lalang, atau kendaraan lain yang datang dari berlawanan arah. (Panji Baskhara Ramadhan)