Tabrakan KRL
Saksi Mata Histeris Saksikan Kecelakaan CL Stasiun Juanda
Kecelakaan commuter line (CL) yang kembali terjadi masih meninggalkan trauma dan penumpukan penumpang belum teratasi.
WARTA KOTA, GAMBIR -- Seorang saksi mata kejadian tabrakan kereta di Stasiun Juanda, Rabu (23/09/2015), menuturkan, penumpang berteriak histeris, saat terjadinya tabrakan.
Ofik, saksi mata yang berada di Stasiun Juanda menuturkan penumpang langsung berhamburan ke luar gerbong saat kejadian terjadi yakni sekitar pukul 15.25.
Menurutnya, kereta yang paling terimbas tabrakan tersebut adalah bagian belakang, gerbong khusus wanita.
Para penumpang perempuan yang ada langsung berteriak histeris ketika dentuman keras terjadi, ada yang berteriak memanggil nama Tuhannya masing-masing.
"Kereta yang paling belakang itu yang paling parah. Penumpang pada berhamburan menyelamatkan diri sambil teriak-teriak 'tolooongg... toloooong keretanya tabrakan'," ujar Ofik.
Ofik menambahkan, awalnya dirinya mengira antrean panjang itu hanya kejadian biasa menunggu giliran maju.
"Ya kita awalnya ngira cuma nunggu maju aja keretanya begitu keluar kita lihat ke belakang Masyaallah itu udah panjang banget antreannya," tambahnya.
Posisi kereta yang di Juanda paling depan nunggu singal maju dari Gambir atau berada pada posisi standby.
"Penumpang di kereta itu juga pada loncat. Ada yang mecahin kaca. masinis masih sempet nyabutin kabel dan buka pintu," tutup Ofik. (Agustin Setyo Wardani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/comet_20150923_184537.jpg)