Ijazah Ditahan, Dokter Muda Buat Petisi Online

Dalam petisi tersebut, sejumlah anggota PDMI menuntut di keluarkannya ijazah sarjana kedokteran.

Editor: Andy Pribadi
Kompas.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH - Dokter muda lulusan fakultas kedokteran yang tergabung dalam Pergerakan Dokter Muda Indonesia (PDMI) melayangkan petisi online pada laman Change.org kepada Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi atas ijazah Mohammad Nasir.

Alasannya, karena ijazah mereka ditahan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Dalam petisi tersebut, sejumlah anggota PDMI menuntut di keluarkannya ijazah sarjana kedokteran.

Mengingat, sudah satu tahun ijazah tersebut belum dikeluarkan oleh Kemenristekdikti.

Adapun isi dari petisi tersebut, salah satunya menyebutkan bahwa para dokter keberatan dengan adanya uji kompetensi.

Pasalnya biaya pendaftaran untuk mengikuti uji kompetensi tersebut terbilang mahal, yakni Rp1 juta hingga Rp9 juta per mata ujinya.

Padahal, dulu biaya pendaftaran uji kompetensi dokter hanya mencapai Rp 200.000 saja.

Hal ini dinilai PDMI dapat melanggengkan komersialisasi pendidikan dokter.

Selain itu, petisi tersebut juga menyebutkan para dokter muda tidak dapat berpraktik karena tidak memiliki ijazah.

"Jika kami tidak punya ijazah, maka kami tidak bisa mendaftar pekerjaan yang sifatnya struktural seperti PNS atau kantor lainnya. Padahal tidak semua lulusan dokter akan melakukan praktik klinis dalam karirnya. Ini yang mungkin tidak dipikirkan oleh Kemenristekdikti," tuntut sang pembuat petisi.

Adapun hingga Minggu (20/9) pukul 15.00, petisi tersebut telah didukung oleh lebih dari 2000 orang.

Terkait petisi tersebut, kemarin, PDMI juga melaporkan Kementistekdikti kepada Ombudsman RI di Jalan Rasuna Said.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved