Alasan Wanita Tak Begitu Gemar Batu Akik

Para wanita tak begitu menggemari batu akik karena tampilan perhiasannya yang kurang manis, atau terkesan terlalu maskulin.

Editor: Andy Pribadi
KOMPAS
Koleksi batu akik yang sedang tren saat ini. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Mengoleksi perhiasan, biasanya lebih gemar dilakukan oleh wanita daripada pria.

Namun untuk batu akik, nampaknya para penggemar lebih banyak di dominasi oleh pria.

Di Indonesia batu akik memang lebih akrab dengan para pria dibanding wanita.

Hal ini bukan berarti tak ada kolektor batu akik wanita.

Saat berkunjung ke salah satu tempat pengrajin batu akik ternama di Kebumen, Badar Besi, Kompas Female sempat bertemu dengan beberapa pengunjung wanita, kebanyakan berkata bahwa sebenarnya dirinya tertarik dengan batu akik.

"Saya mengapresiasi keindahan batu akik, tapi karena bingkai dari batu akik kurang manis, saya jadi tidak begitu niat," ujar Yuni yang berasal dari Jakarta.

Tak seperti Yuni, ada pula pengunjung wanita yang sengaja membeli batu akik namun tak mengenakan ring atau bingkai aksesori dari batu tersebut.

Dua batu akik jenis badar besi bewarna hitam dibeli oleh Didi, asal Jakarta.

"Ini pertama kali beli batu akik. Saya suka warnanya, ukurannya tidak terlalu besar, dan istimewa karena bisa menempel di magnet," ujar Didi.

Saat ditanya adakah keinginan mengenakannya, Didi hanya menjawab "Belum tahu. Mungkin ke depannya ada keinginan."

Memang pada kenyataanya, para wanita tak begitu menggemari batu akik karena tampilan perhiasannya yang kurang manis, atau terkesan terlalu maskulin.

Aksesori pemanis seperti bingkai cincin, kalung, atau bros yang ada di pasaran saat ini Modelnya masih belum begitu variatif untuk wanita.

Untuk mengakali hal ini, sebagian pembeli wanita memilih membeli batu akik yang belum dipasang di perhiasan, agar dapat menentukan bentuk perhiasan itu sendiri.

Untuk ongkos pemasangan batu akik ke bingkai perhiasan seperti cincin, Sidarto, pengrajin batu akik dari bengkel Badar Besi mengatakan bahwa tarifnya adalah Rp 25.000 sedangkan untuk pengolahan batu akik mentah menjadi berbentuk batu cincin, harga yang dibanderol Rp 300.000 satu pasang.

Sidarto mengatakan bahwa sebelum proses pembuatan batu mentah menjadi cincin, pelanggan dapat berkonsultasi dulu mengenai keinginan bentuk atau motif yang diinginkan.

Hal ini mungkin dapat menjadi jawaban bagi permasalahan wanita penggemar batu akik, namun tak menyukai model perhiasan batu akik yang beredar di pasaran.

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved