Sial, Pemilik Mobil Korban Tertimpa Pohon Belum Terima Ganti Rugi

Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas kepada Desi Susanti (41), korban mengaku belum mendapat perhatian dari sudin terkait.

Warta Kota/fitriyandi al fajri
Ilustrasi: Mobil tertimpa pohon. 

WARTA KOTA, DUREN SAWIT -- Polsek Duren Sawit terus melakukan penyelidikan terkait tumbangnya pohon angsana di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (20/9) yang menyebabkan empat orang terluka.

Rencana pihak kepolisian akan memanggil pihak Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Timur. Pemanggilan dilakukan petugas karena selama ini korban belum memperoleh pertanggungjawaban.

Kapolsek Duren Sawit, Kompol Panji Santoso menjelaskan dari pemeriksaan yang dilakukan petugas kepada Desi Susanti (41), korban mengaku belum mendapat perhatian dari sudin terkait.

"Petugas kami sudah memeriksa korban yang masih dirawat di RS Islam Pondok Kopi‎. Nantinya pemanggilan (Sudin Pertamanan dan Pemakaman Jaktim) itu, juga dilakukan untuk kelengkapan laporan," ujarnya, Senin (21/9).

Selain itu, Panji menambahkan, masih ada korban lainnya, Edison (40) yang mengeluh mobilnya yang hancur tertimpa pohon belum mendapatkan penggantian.

Padahal, akibat peristiwa itu, bagian kap dan kaca depan mobilnya mengalami kerusak‎an.

"Terkait kasus ini, kami juga sudah meminta keterangan dari tiga orang saksi dan keempat korban untuk mengetahui perihal kejadian," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Ratna Dyah Kurniati mengaku pihaknya siap memberikan penggantian terhadap korban.

Namun, ada sejumlah prosedur yang harus dilakukan dimana di antaranya korban wajib melampirkan fotokopi KTP, foto saat kejadian serta dilengkapi dengan laporan kepolisian.

"Apabila semua persyaratan itu sudah lengkap, maka nanti dari pihak dinas dan asuransi akan memberikan uang penggantian," ungkapnya.

Ratna melanjutkan, pihaknya menganjurkan agar korban yang dirawat juga melampirkan bukti pengobatan. Nantinya jumlah tersebut akan disesuaikan dengan batas maksimal penggantian yang telah ditentukan.

"Kami memberikan uang pengantian sesuai dengan laporan. Maksimal penggantiannya sebanyak 10 juta," ungkapnya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved