Basuki Pasang Jebakan Batman, Penjual Rusunawa Tertangkap

Menangkap orang seperti itu kan gampang, sudah terpantau dari e-KTP-nya. Data diri orang itu dikasih ke polisi.

Editor: Gede Moenanto
panji baskhara ramadhan
Ilustrasi. Banyak penyimpangan di rusunawa, selain diperjualbelikan, banyak yang salah sasaran. Pelakunya mulai ditangkapi. Sederet mobil parkir di salah satu rusunawa di Jakarta. Keberadaan rusunawa khusus diperuntukkan korban gusuran normalisasi sungai. Foto diambil Sabtu (13/6/2015). 

WARTA KOTA, PENJARINGAN -- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menanggapi pernyataan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian terkait tertangkapnya dua pelaku penjual bebas unit rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di wilayah Jakarta Utara, oleh Jajaran Polres Jakarta Utara.

"Terima kasih pak Kapolda. Gak apa-apa. Itu bagus, itu sebagai efek jera untuk mereka," kata pria yang akrab disapa Ahok itu, seusai meresmikan pelayanan Samsat di Kantor Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (18/09/2015).

Keberhasilan pihak kepolisian dalam menangkap kedua pelaku penjual bebas unit Rusunawa, juga menjadi keberhasilan buat suami Veronica Tan ini.

Ahok mengaku, dirinya sedari awal sudah memasang jebakan Batman.

"Mereka yang pelaku mana tahu dan sadar?  Mereka enggak tahu ada jebakan Batmen saya. Menangkap orang seperti itu kan gampang, sudah terpantau dari e-KTP-nya. Data diri orang itu kita kasih polisi, selesai kan? Hahaha," ujar Ahok.

Ketika masyarakat kurang beruntung atau berekonomi kelas bawah membutuhkan tempat tinggal, kata Ahok, pihaknya berupaya untuk mengayomi masyarakat tersebut.

Nahas, jelas Ahok, hanya demi kepentingan pribadi, penghuni rusun itu menjual unitnya kepada orang yang terbilang berkonomi kelas menengah ke atas atau mampu.

"Nah dari situ saja mafia - mafia rusun sudah terbentuk. Mafia ini sudah main ketika rusun tengah dibangun. Pembeli baru unit rusun yang dari luar wilayah, sengaja main dengan mafia itu dengan cara mengganti identitas wilayah (KTP), semenjak daerah tempat tinggalnya dibongkar. Pasti main dengan oknum Dukcapil supaya dapat jatah," jelas Ahok.

Lanjut Ahok, "Ketika penghuni itu sudah masuk ke Rusun, jual, dapat uang dari hasil jual, lalu balik lagi ke daerah yang mau dibongkar. Nah, nanti dapet lagi rusun dalam posisi sudah kaya. Yang begini kan bahaya," katanya.

Menurut dia, mafia-mafia rusun mudah ditangkap lantaran dideteksi dari e-KTP.

"Sekarang polisi tangkap orang seperti itu ya gampang. Bisa ditelusuri dari KTP. Bisa tau, itu orang pindah dari mana," tutupnya.

Menanggapi penangkapan dua pelaku unit rusunawa di Jakarta Utara, Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Susetio Cahyadi hingga kini belum merespon. Baik itu via pesan singkat, dan via telepon. (Panji Baskhara Ramadhan)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved