Selasa, 21 April 2026

Tidak dapat Menjenguk, Belasan Pengemudi Go-Jek Kecewa

Pihak keamanan RSCM melarang dan menolak dengan keras kedatangan para pengemudi Go-Jek yang hendak menjenguk.

Oik Yusuf/Kompas.com
Helm hijau Go-Jek menjadi salah satu penanda identitas pengendara ojek yang tergabung dalam layanan ojek panggilan tersebut. 

WARTA KOTA, MENTENG - Kecelakaan yang menimpa keluarga Ghiraldo Banu Seprizky atau akrab disapa Aldo, putra dari pengemudi Go-Jek, Gunawan dan Sisilia membawa duka mendalam bagi pengemudi Go-Jek wilayah Jakarta.

Atas nama solidaritas, belasan pengemudi Go-Jek pun berdatangan silih berganti, namun karena masih dalam perawatan intensif, para pengemudi pun gagal menjenguk Aldo maupun pihak keluarga yang mendampingi.

Kekecewaan tersebut seperti yang dirasakan Firdaus (35) pengemudi Go-Jek wilayah Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Dirinya yang datang usai mengantar penumpang dari Letjen Soeprapto menuju Rumah Sakit PGI Cikini itu mengaku kecewa lantaran tidak bisa melihat langsung kondisi Aldo.

Apalagi, lanjutnya, saat pihak keamanan RSCM melarang dan menolak dengan keras kedatangan para pengemudi Go-Jek yang hendak menjenguk.

Padahal, kedatangan dirinya maupun beberapa rekannya justru ingin membuktikan kebenaran kabar yang tersiar jika Aldo dikatakan sudah dalam meninggal dunia.

"Saya paham kalau nggak bisa masuk, soalnya terbatas kalau pasien dirawat di ruang ICU (Intensif Care Unit-red). Tapi harusnya pihak rumah sakit bilang baik-baik, jangan main usir aja. Soalnya kabar yang beredar nggak enak isinya, dikasih tahu kalau Aldo sudah meninggal," ungkapnya.

Tidak hanya itu, kekecewaan pun disampaikannya atas pelarangan para pengemudi Go-Jek untuk menunggu di area tunggu pasien.

Para petugas keamanan diungkapkannya, meminta agar para pengemudi untuk meninggalkan rumah sakit karena Aldo sudah dijaga perwakilan keluarga.

"Kita nggak bisa apa-apa, karena memang kita bukan keluarga. Tapi masa iya nunggu aja nggak boleh, apalagi di luar. Bukan apa-apa, korban ini anaknya anggota Go-Jek, sama kayak kita semua, jadi kalau bisa bantu, kita pasti akan bantu, bukannya bikin repot kayak yang mereka sangka," tutupnya.

Usai berdiskusi singkat dengan beberapa pengemudi Go-Jek, Firdaus dan para pengemudi Go-Jek yang berada di depan gerbang UGD RSCM pun membubarkan diri. Beberapa diantaranya mengaku akan kembali pada Kamis (17/9) petang untuk bergantian berjaga.

Seperti diketahui sebelumnya, kecelakaan terjadi saat Aldo bersama kedua orangtuanya, Gunawan dan Sisilia sedang berkendara dengan sepeda motor di Jalan Warung Buncit, Pancoran, Jakarta Selatan pada Rabu (16/9) sekitar pukul 13.10 WIB.

Karena lalulintas dalam kondisi macet, ayah Aldo yang merupakan pengemudi Go-Jek itu diketahui melintas di jalur busway diikuti dengan puluhan pengendara sepeda motor dan mobil.

Namun tanpa disadari, dari arah belakang, sebuah Kopaja 612 Kampung Melayu-Ragunan melaju dengan kecepatan tinggi. Sang sopir yang tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya pun menabrak sejumlah pengendara, termasuk keluarga Aldo.

Ayah dan ibu Aldo diketahui tewas di tempat, sedangkan Aldo yang terluka parah berhasil dilarikan ke Rumah Sakit Jakarta Medical Center (JMC) Pancoran. Hingga kini, Aldo masih dalam kondisi kritis, bocah yatim piatu itu masih dalam perawatan di ICU Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). (dwi)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved