Transportasi Jakarta

Ignasius Jonan: Ojek Bukan Transportasi Umum

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyebut tingkat keselamatan ojek rendah sehingga tidak bisa sebagai moda transportasi umum.

Ignasius Jonan: Ojek Bukan Transportasi Umum
KOMPAS.com/Andri Donnal Putera
Logo Go-Jek di jaket salah satu driver atau pengendara. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyebut tingkat keselamatan ojek rendah. Karenanya, Jonan menganggap bahwa ojek tidak dapat dikategorikan sebagai moda transportasi umum.

"Ojek nggak bisa disebut transportasi umum karena nggak diatur dalam undang-undang," kata Jonan di Kantor Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2015).

Meski begitu, mantan Bos PT KAI itu mengatakan Kemenhub sebagai regulator transportasi tidak akan mencampuri bisnis ojek berbasis aplikasi yang saat ini sedang gandrung di masyarakat. Pasalnya menurut dia, hal ini karena ojek tidak diatur ke dalam regulasi atau undang-undang transportasi.

Sementara itu, berbeda dengan ojek, Kemenhub akan mengatur bisnis transportasi taksi yang tidak berizin. Hal ini, menurut Jonan karena taksi merupakan alat transportasi yang sudah diatur dalam undang-undang.

Pihaknya telah mengirimkan surat kepada operator pengelola bisnis taksi pelat hitam seperti Uber, dengan tujuan, agar diakui menjadi alat transportasi umum.

Jonan sendiri, sejauh ini mengaku tidak keberatan dengan sistem aplikasi pemesanan dan bisnis transportasi menggunakan jaringan teknologi, tetapi ia mengharuskan agar angkutan tersebut terdaftar secara legal.

"Taksi harus teregistrasi. Di Amerika, banyak mobil mewah pelat hitam jadi taksi tapi dia teregistrasi," jelasnya (Agustin Setyo Wardani)

Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved