Analis Sebut Rupiah Melemah karena Belum Tersentuh Sentimen Positif

Sejak pembukaan hingga pukul 09.24, rupiah bergerak pada rentang Rp 14.398 hingga Rp 14.454 per dolar AS.

Analis Sebut Rupiah Melemah karena Belum Tersentuh Sentimen Positif
Kompas.com
Ilustrasi uang rupiah. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Pergerakan rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (16/9), masih mengalami tekanan seiring akan adanya pertemuan Federal Open Market Committe (FOMC) dalam membahas kenaikan suku bunga AS (Fed Fund Rate).

Data Bloomberg pada pembukaan perdagangan pagi ini, rupiah mampu menguat tipis 2 poin ke level Rp14.406 dari posisi penutupan kemarin Rp14.408 per dolar AS.

Penguatan tersebut tak bertahan lama, pada pukul 09.24 WIB rupiah melemah ke posisi Rp14.450 per dolar AS.

Sejak pembukaan hingga pukul tersebut, rupiah bergerak pada rentang Rp 14.398 hingga Rp 14.454 per dolar AS.

Sementara kurs tengah Bank Indonesia kemarin, rupiah melemah 49 poin menjadi Rp 14.371 dari posisi hari sebelumnya Rp 14.322 per dolar AS.

Analis PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, laju rupiah tampaknya masih nyaman berada di zona merah seiring belum adanya sentimen positif yang dapat menyakinkan pelaku pasar akan perbaikan mata uang rupiah.

"Kian dekatnya rilis RDG-BI (Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia) dan FOMC meeting membuat volotilitas dolar AS kian meningkat dan bergerak naik. Imbasnya tentu ke nilai tukar rupiah yang bergerak melemah," ujar Reza. (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved