Breaking News:

Liga Indonesia

Persita Bersyukur Main di Piala Presiden 2015

Gagal lolos ke babak delapan besar Piala Presiden 2015 tidak membuat tim pelatih dan pemain Persita Tangerang kecewa.

Penulis: Sigit Nugroho
Editor: Andy Pribadi
persita-fc.com
Skuat Persita saat berlatih. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Gagal lolos ke babak delapan besar Piala Presiden 2015 tidak membuat tim pelatih dan pemain Persita Tangerang kecewa.

Mereka justru bersyukur diberi kesempatan main di turnamen yang digelar oleh Mahaka Sports and Entertainment itu.

"Kami Bersyukur saja, karena Mahaka telah memberikan kesempatan bermain. Ini kami anggap penghargaan dari penyelenggara. Sehingga kami merasakan atmosfer turnamen yang diisi oleh tim-tim besar," kata asisten pelatih Persita Tangerang, Wiganda Saputra kepada Super Ball, Selasa (15/9).

Dengan ikut turnamen, ujar Wiganda, klubnya bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan tim agar bisa tampil lebih memuaskan di turnamen atau kompetisi Divisi Utama berikutnya.

"Kami bisa mengukur kekuatan tim. Turnamen seperti ini sangat baik dan bermanfaat. Selain bisa bertanding, sekaligus bisa memberikan pekerjaan bagi tim pelatih dan pelajar. Pihak Mahaka juga benar memberikan fee kepada seluruh tim peserta. Bahkan, Mahaka juga memberikan tempat penginapan yang baik. Jadi kami hanya bertanding saja," ujar Wiganda.

Dengan demikian, klub tidak merasa rugi, meski langkah Pendekar Cisadane terhenti sampai fase grup saja.

"Kami berharap turnamen yang berjalan baik seperti ini bisa kembali digelar. Kabarnya Menpora akan menggelar Piala Panglima. Kami berharap bisa ikut serta di turnamen itu. Mudah-mudahan Piala Panglima bisa berjalan lancar bahkan lebih baik dari Piala Presiden," ucap Wiganda.

Wiganda menambahkan, turnamen berkualitas seperti Piala Presiden bisa menjadi oase bagi sepakbola nasional. "Di saat kondisi konflik yang membuat kompetisi vakum, Piala Presiden bisa dijadikan penyembuh kerinduan kami bertanding. Apalagi turnamen berjalan dengan baik dan sukses. Saya yakin babak delapan besar akan semakin seru dan akan ditonton banyak masyarakat," tambah Wiganda.

Soal kegagalan timnya, Wiganda menerangkan, penyebabnya adalah persiapannya yang minim.

"Secara teknis dan level pemain, kami tidak jauh berbeda dengan tim lain. Kami juga diisi oleh pemain-pemain yang berlaga di LSI, seperti Maman, Kerry Yuwono, Rio Ramandika, Erik Setiawan, Jalwandi, Raphael Maitimo, Usman Pribadi dan lain-lain. Tetapi kegagalan itu disebabkan persiapan latihan yang minim," terang Wiganda.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved