Doakan Korban Crane Mekah, Warga Gelar Pengajian
Sejumlah warga menggelar pengajian untuk mendoakan korban tewas dan terluka akibat ambruknya crane di Mekah, Arab Saudi.
WARTA KOTA, KEBONJERUK-Musibah ambruknya crane di Mekah, Arab Saudi pada Jumat (11/9) lalu membawa duka mendalam bagi umat muslim di seluruh dunia. Tidak terkecuali bagi warga Indonesia, sejumlah warga pun menggelar pengajian untuk mendoakan para korban wafat dan terluka yang kini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi.
Gema takbir dan shalawat terdengar mulai dikumandangkan berulang-ulang di beberapa masjid dan mushala wilayah DKI Jakarta sejak Sabtu (12/9) hingga Minggu (13/9) malam. Walau tidak ada imbauan resmi dari pemerintah, tahlil bersama yang dilakukan para umat muslim selepas Shalat Isya berjamaah itu memang sengaja gelar berdasarkan rasa prihatin atas musibah yang terjadi di Mekkah.
Seperti halnya pada Masjid Al Jadid, Jalan Gongseng Raya Kelurahan Baru, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, usai melaksanakan Shalat Isya berjamaah, para warga menggelar tahlil untuk mendoakan sebanyak ratusan orang korban yang diantaranya terdiri dari 42 orang jemaah haji asal Indonesia.
"Malam ini adalah malam kedua kita gelar tahlilan untuk saudara kita yang jadi korban di Mekkah, kita sampaikan doa kepada mereka dan keluarga di rumah. Saya yakin kalau mereka itu syuhada dan dijamin surga kematiannya, jadi bagi keluarga harap bersabar dan bangga," ungkap H Edi kepada Warta Kota, Minggu (13/9).
Sama halnya dengan para jemaah Al Jadid, rasa optimis pun disampaikan oleh sejumlah warga yang tinggal di sekitar rumah salah seorang korban jatuhnya crane di Mekah, Surachman bin Karsun Hasan di Jalan SMU 57 RT 11/06 Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Warga menilai jika musibah yang menimpa para korban merupakan berkah atas cobaan dari Tuhan.
"Insya Allah mereka yang jadi korban itu masuk surga, karena bukan cuma meninggal atau luka pas lagi ibadah, musibah juga kan kejadian di Mekkah. Walaupun kita tahu begitu, tapi tahlilan bakal kita terusin sampai hari ketiga (Senin, 14/9), supaya arwah korban semuanya bisa diterima di sisinya dan keluarga yang ditinggalkan bisa diberikan ketabahan," ungkap Wahyu (40) warga setempat.
Usai memperoleh data jemaah haji yang menjadi korban jatuhnya crane di Mekah, Arab Saudi pada Jumat (11/9), Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah yang juga merupakan Amirul Hajj DKI Jakarta menyambangi satu dari dua orang jemaah haji asal DKI Jakarta yang menjadi korban, yakni Surachman bin Karsun Hasan di Jalan SMU 57 RT 11/06 Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Minggu (13/9) siang.
Walau lokasi menuju rumah Surachman cukup berliku, dirinya yang datang hanya ditemani beberapa orang asistennya itu akhirnya sukses tiba di rumah korban. Namun sayang, sesampainya di rumah berlantai satu tersebut, dirinya mendapati jika rumah dalam keadaan kosong tidak berpenghuni.
Tidak ingin menyianyiakan kedatangan, dirinya pun menyambangi tetangga yang tinggal persis di sebelah rumah korban, yakni Yuni untuk menanyakan perihal lokasi keluarga Surachman. Benar saja, usai bertanya kepada Yuni, mertua Surachman, Tuti pun berhasil dihubungi dan datang untuk menemuinya di rumah Yuni.
Dalam kesempatan tersebut, Saefullah menyampaikan prihatin dan rasa duka atas musibah yang terjadi, dirinya pun berjanji akan menjenguk korban setiba dirinya di Mekkah, Arab Saudi, Rabu (16/9) mendatang.
"Saya akan memimpin Kloter 13 yang berangkat terakhir hari Rabu (16/9) depan, sesampainya di sana, rombongan akan menjenguk korban di RS dan memastikan kondisi sdh membaik sehingga dapat ikut wukuf di Arrafah, apabila diperlukan akan diwukufkan dengan ambulan," jelasnya.
Mengenai kondisi Surachman, dirinya menyampaikan jika pria berusia 33 tahun itu mengalami subdiral haemorrhage. Namun, kini dalam kondisi membaik pasca dilakukan operasi. "Pasien sudah dalam keadaan baik, hasil CT scan membaik. Pasien dalam proses observasi tim medis RS King Faisal," tutupnya.
Ditemui bersamaan, Tuti mengaku terkejut mendapat kunjungan Saefullah. Dirinya pun menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemprov DKI Jakarta, khususnya saat pihak Pemprov DKI Jakarta hendak menggelar pengajian untuk Surachman maupun jemaah haji asal DKI Jakarta lainnya.
"Terima kasih atas perhatiannya, saya tidak menyangka atas kedatangan pak Saefullah, saya harap semua rombongan bisa selamat dan bisa beribadah di sana dengan lancar, amin," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150912-crane-masjidil-harram-jatuh-timpa-jemaah-haji_20150912_083658.jpg)