Rabu, 20 Mei 2026

Ospek Usakti Diisi Talkshow dan Penyuluhan

Diharapkan dalam kegiatan ini semua mahasiswa baru nantinya dapat turut berkontribusi dalam pembangunan kampus Usakti.

Tayang:
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Kompas.com
Ilustrasi mahasiswa di kampus. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Jika selama ini Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek) di sejumlah universitas dan perguruan tinggi terhadap mahasiswa baru kerap menggunakan sistem perploncoan yang dilakukan mahasiswa lama atau senior, maka hal itu tidak lagi diterapkan di Universitas Trisakti (Usakti).

Usakti menerapkan ospek kepada mahasiswa baru dengan hal berbobot seperti penyuluhan, pembekalan mahasiswa serta diskusi atau talkshow atas tema tertentu.

Kegiatan ini mereka namakan Pengenalan Program Studi Mahasiswa Baru (PPSMB) dan Pengenalan Program Studi dan Program Pendidikan (PPSPP).

Hal itu dikatakan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Trisakti (Usakti), Hein Wangania di Depok, Rabu (9/9/2015).

"Dalam ospek ala kami kepada mahasiswa baru, akan mengusung tema yang ditujukan untuk membangun budaya tertib kampus," kata Hein.

Karenanya, dalam ospek yang dilakukan Usakti tidak ada istilah senior, junior, uji mental, serta penggunaan atribut mencolok, atau tugas berat kepada mahasiswa ospek yang semuanya engarah pada kekerasan fisik dan pelecehan.

"Sebab, lembaga pendidikan harusnya mendidik serta mengajarkan pengetahuan dan budi pekerti dan bukan mengajarkan kekerasan dalam perpeloncoan," katanya.

Hein menuturkan, orientasi mahasiswa di Usaksi diisi dengan kegiatan berbobot seperti Penyuluhan Anti Narkoba dan kegiatan Orientasi Reformis Muda Trisakti.

Semua kegiatan, katanya, bertujuan memotivasi mahasiswa baru untuk menunjukan nilai ketrisaktian dan mengajarkan bagaimana mahasiswa trisakti itu seharusnya bersikap.

"Kami datangkan nara sumber mulai dari menteril hingga alumni Usakti yang sudah menjadi tokoh dan mapan," katanya.

Hein memastikan dalam ospek ala Usakti tidak ada kegiatan yang mengarah pada Bullying dan kekerasan.

"Juga tidak ada kewajiban mahasiswa mengenakan atribut aneh seperti sistem perploncoan," katanya.

Menurut Hein, dalam masa PPSMB, yang terpenting isinya tentang perkenalan akademik dan kampus. Tujuannya untuk menyiapkan mahasiswa baru dalam menghadapi dunia perkuliahan nantinya.

"Supaya mahasiswa baru, dapat beradaptasi dengan lingkungan kampus, terutama kegiatan pembelajaran dan kemahasiswaan di Usakti," kata Hein.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Usakti, Puri Andamas, menyebutkan bahwa dalam kegiatan PPSMB Usakti atau ospek ala Universitas Trisakti ini, mahasiswa baru hanya diwajibkan menggunakan seragam hitam putih saja, tanpa atribut-atribut yang aneh-aneh.

"Kita tidak menginginkan ada senioritas antara mahasiswa lama dan mahasiswa baru. Justru kami ingin memperkenalkan ke adik-adik kita tentang dunia perkuliahan yang tentunya tidak sama dengan masa di SMA," kata Puri.

Menurut Puri, pihaknya berharap dalam kegiatan ini semua mahasiswa baru nantinya dapat turut berkontribusi dalam pembangunan kampus Usakti.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved