Rabu, 8 April 2026

IPB Kerahkan 565 Mahasiswa Pantau Hewan Qurban

Para mahasiswa dan dosen itu akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam memilih hewan kurban yang sehat dan tidak mengandung penyakit.

Penulis: |
Tribunnews.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, BOGOR -- Sebanyak 565 mahasiswa dan dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) disebar untuk memantau kondisi hewan kurban di seluruh wilayah Jabodetabek.

Para mahasiswa dan dosen itu akan melakukan sosialisasi kepada  masyarakat dalam memilih hewan kurban yang sehat dan tidak mengandung penyakit.

Ratusan mahasiswa IPB itu berasal dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH). Mereka akan diturunkan ke wilayah Bogor, Depok dan DKI Jakarta untuk mengawasi mutu dan kesehatan hewan qurban yang dijajakan.

"Kita sebar para calon dokter yang memang ahli, untuk memantau dan meneliti agar hewan dan daging kurban yang dikonsumsi tidak hanya halal tapi juga layak," ujar Wakil Panitia Pemeriksa Kesehatan Hewan dan Daging Kurban, Drh Ardilasunu Wicaksono, Rabu (9/9/2015).

Dari 565 mahasiswa FKH, di antaranya 125 mahasiswa ke Kota Bogor, 70 mahasiswa ke Kabupaten Bogor, 70 mahasiswa ke Kota Depok, 300 mahasiswa ke DKI Jakarta dan 8 siswa ke Kepulauan Seribu.

Para mahasiswa ini  diberangkatkan mulai  H-1 Idul Adha  untuk daerah Kepulauan Seribu, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok. Sedangkan untuk DKI Jakarta dan Kota Bogor diberangkatkan pada hari H.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan FKH IPB sejak Tahun 1984. Untuk pelepasan para petugas pemeriksa, akan dilakukan pada 17 September oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Prof Muladno, Walikota dan Bupati Bogor, serta Rektor IPB," katanya.

Dia menjelaskan, berdasarkan laporan, beberapa wilayah di Kabupaten Bogor termasuk wilayah endemis antraks.

Namun, hingga kini pihaknya belum mendapat laporan ditemukannya kasus antraks di Bogor.

Beberapa penyakit yang sering menjangkit hewan qurban, khususnya sapi yakni orf atau kropeng di sekitar mulut, pink eye, dan stres di perjalanan dan di tempat penampungan.

"Kalau pink eye itu biasanya karena syndromik saja, kalau dibiarkan juga hilang sendiri. Tidak bahaya seperti cacing hati pada sapi. Untuk mengantisipasi stress, harus diperhatikan juga kesejahteraan hewan," katanya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved