Pilkada Depok

Dugaan Ijazah Palsu Idris, PKS Depok: Dia Bukan Kader Kami

Ketua Bidang Kebijakan Publik DPD PKS Kota Depok Muttaqin, mengaku menyerahkan soal ini ke proses hukum yang masih berjalan.

Dugaan Ijazah Palsu Idris, PKS Depok: Dia Bukan Kader Kami
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Pasangan Idris Abdul Shomad-Pradi Supriyatna saat mendaftar ke KPU Depok, Senin (27/7/2015). 

WARTA KOTA, DEPOK - Calon Wali Kota Depok, Idris Abdul Shomad, diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra dalam Pilkada Depok 2015 kali ini.

Idris menjabat Wakil Wali Kota Depok, dipasangkan dengan Ketua DPC Partai Gerindra Depok, Pradi Supriatna.
Belakangan Idris dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penggunaan ijazah SD palsu dalam Pilkada 2010 lalu, saat mendamping Nur Mahmudi Ismail, yang kini menjabat Wali Kota Depok.

Menanggapi tudingan ijazah SD palsu Idris ini, Ketua Bidang Kebijakan Publik DPD PKS Kota Depok Muttaqin, kepada Warta Kota, Kamis (10/9) mengaku menyerahkan soal ini ke proses hukum yang masih berjalan.

Menurutnya, sejak awal Idris bukanlah kader atau pengurus PKS sehingga internal partai tidak bisa memastikan keabsahan ijazah SD Idris.

"Pak Idris memang bukan kader PKS. Karenanya partai tak ambil pusing soal itu dan menyerahkannya ke proses hukum. Biar hukum yang menilai," kata Muttaqin.

Menurut Muttaqin, walau Idris diusung oleh PKS sebagai Calon Wali Kota Depok dalam Pilkada Depok kali ini, Idris bukanlah kader atau pengurus PKS.

"Karena beliau itu kan PNS yakni dosen di UIN Syarif Hidayatullah. Jadi gak bisa seorang PNS jadi kader atau pengurus parpol. Makanya dia memang bukan kader PKS, walau kita usung di Pilkada," kata Muttaqin.

Karena bukan kader atau pengurus internal partai, Muttaqin mengatakan tidak ada bantuan hukum yang diberikan PKS Depok atas dugaan ijazah palsu Idris itu.

Ia menilai pelaporan tindak pidana kepada Idris yakni dugaan pemalsuan ijazah ke Polda Metro Jaya adalah bagian dari manuver lawan politiknya atau pihak lain juga demi kepentingan politis.

"Ini pasti ada hubungannya dengan pencalonan beliau di Pilkada ini. Karenanya biar proses hukum yang menilainya," ujar Muttaqin.

Seperti diketahui Muhammad Thohir Baraba, warga Cimanggis, Kota Depok melaporkan Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad ke Polda Metro Jaya, Kamis (20/8) lalu, dengan tuduhan melakukan tindak pidana pemalsuan ijazah SD nya dan menggunakannya dalam Pilkada Depok 2010 lalu.

Bahkan kata Thohir ijazah SD palsu itu, kini digunakan Idris lagi untuk pencalonannya maju di Pilkada Depok 2015.
Karenanya Thohir mengaku mengambil keputusan melaporkan hal ini ke Polda Metro Jaya.

Menurut Thohir pelaporan yang dibuatnya tidak asal-asalan karena telah melalui penelusuran tersendiri oleh pihaknya.

Dalam laporannya Thohir menjerat Idris dengan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen dan ijazah dengan ancaman 8 tahun penjara. Laporan tercatat dalam nomor: LP/3294/VIII/2015/PMJ/ Ditreskrimum.

Thohir mengatakan secara kasat mata ada tiga hal yang bisa dilihat jelas bahwa ijazah SD milik Idris itu palsu.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved