Breaking News:

Setelah 2 Tahun, Barulah Hotel dan Apartemen di Terminal Depok Dibangun

Jadi kami lebih mendahulukan dan mengedepankan pembangunan fasilitas dan kepentingan publik sebelum membangun sejumlah bangunan komersil

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor:
Warta Kota/Dody Hasanuddin
Terminal Depok. 

WARTA KOTA, DEPOK - PT Andyka Investa, pengembang proyek revitalisasi Terminal Terpadu Kota Depok memastikan pembangunan yang dilakukan dan ditargetkan dimulai November 2015 mendatang akan mendahulukan membangun bagian terminal bus yang terintegrasi dengan Stasiun KA Depok, sebelum membangun hotel, apartemen 30 lantai dan super blok komersil di sana.

Juru Bicara PT Andyka Investa, Muttaqin, mengatakan diperkirakan semua hal terkait terminal bus, berikut rambu, dan fasilitas layanan publik lainnya rampung dalam 2 tahun.

"Setelah dua tahun dan rampung, barulah kami memulai pembangunan pusat bisnis, hotel dan apartemen 30 lantai di sana," kata Muttaqin, kepada Warta Kota, Rabu (9/9/2015).

Dengan begitu katanya pengoperasian Terminal Terpadu Kota Depok sudah bisa dilakukan saat pusat bisnis, hotel dan apartemen memasuki tahap pembangunan.

"Jadi masyarakat sudah bisa menikmati terminal bus dan angkutan kota yang modern dan nyaman, saat hotel dan apartemen dibangun. Apalagi terminal akan terintegrasi dengan Stasiun KA," kata Muttaqin.

Muttaqin memastikan Terminal Terpadu Kota Depok ini akan dibangun sangat modern seperti bandara Changi di Singapura.

Mulai dari ruang tunggu penumpang dan pusat informasi di sana akan dilengkapi pendingin ruangan serta eskalator.
Bahkan untuk menuju dari dan ke Stasiun KA Depok yang terintegrasi, ada eskalator yang menghubungkannya.

Hal senada dikatakan Direktur PT Andyka Investa, Soemarsono Hadi. Soemarsono memastikan bahwa pembangunan revitalisasi Terminal Terpadu Kota Depok akan mendahulukan pembangunan gedung terminal dengan segala fasilitas umum dan layanan publiknya yang menyatu dengan Stasiun KA, sebelum pihaknya membangun pusat bisnis, hotel dan apartemen 30 lantai di sana.

Sebab, kata Hadi, dalam kontrak kerjasama yang sudah disepakati dengan Pemkot Depok, pihaknya wajib membanguan semua fasilitas, sarana dan prasarana terminal serta stasiun KA secara lengkap dahulu, sebelum membangun pusat bisnis, hotel dan apartemen.

"Jadi kami lebih mendahulukan dan mengedepankan pembangunan fasilitas dan kepentingan publik sebelum membangun sejumlah bangunan komersil," katanya.

Ia memastikan semua fasilitas baik gedung terminal berikut, rambu dan segala hal yang menyangkut terminal serta Stasiun KA, akan rampung dahulu.

"Barulah yang lainnya menyusul," kata Soemarsono.

Menurutnya jika pembangunan sudah mulai dilakukan, maka di tahun pertama pihaknya akan mulai membayar fee ke Pemkot Depok Rp 1,1 Miliar.

"Sesuai kontrak dan ketentuan, fee akan kami bayar Rp 1,1 Miliar pertahun selama 30 tahun. Di tahun pertama pembangunan fee sudah kami bayarkan," katanya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved