Hypermart Gajah Mada Plaza Terancam Ditutup
Karena tidak mengurus izin dagang dan jorok pada bagian penjualan bahan-bahan segar seperti daging, Hypermart Gajah Mada Plaza terancam ditutup.
WARTA KOTA, GAMBIR-Karena tidak memenuhi ketentuan izin dan teknis penyimpanan daging, Hypermart Gajah Mada Plaza terancam ditutup pihak Pemkot Jakarta Pusat. Ancaman tersebut disampaikan lantaran pihak Hipermart kembali lalai dan melanggar ketentuan.
Ancaman tersebut seperti yang disampaikan Asisten Perekonomian Walikota Jakarta Pusat, Sulastri Gultom saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) lanjutan pada Carrefour Duta Merlin dan Hipermart Gajahmada, Selasa (8/9/2015). Dalam peninjauan tersebut, dirinya masih menemukan adanya kelalaian dan kesalahan prosedur penyimpanan daging oleh Hypermart Gajahmada.
Kelalaian tersebut diantaranya, area display dan area pemotongan daging terlihat kotor dan basah, ruang pendingin tidak beroperasi baik serta beberapa tahapan administrasi dalam permohonan izin perdagangan dagingnya yang belum dilengkapi.
Padahal, pada sidak sebelumnya sudah disampaikan kepada Hypermart agar kondisi daging maupun peralatan penyimpanan harus selalu diperiksa secara berkala setiap hari. Hal tersebut guna menghindari beredarnya komoditas pangan, seperti daging, ayam ataupun ikan yang tidak layak konsumsi.
Menurut Gultom, dengan kelalaian penyimpanan, tidak hanya konsumen yang akan dirugikan, tapi supermarket juga akan merugi karena banyak komoditas pangan yang tidak layak konsumsi.
"Seharusnya quality control (pengawasan-red) dilakukan setiap saat, makanya pada sidak sebelumnya kita temukan daging tidak layak konsumsi. Tapi sekarang kondisinya sudah lebih baik, daging yang dijual dalam keadaan segar semua," jelasnya di sela-sela peninjauan di Carrefour Duta Merlin.
Sementara, terkait perizinan, dirinya mengimbau kepada pihak supermarket untuk segera memperpanjang izin perdagangan. Sebab, jika dalam waktu seminggu tidak kunjung diselesaikan, pihaknya tidak segan-segan menutup izin usaha perdagangan bagi supermarket yang masih membandel.
"Pak wali (Walikota Jakarta Pusat-red) sudah ancam akan menutup, jika supermarket tidak menurut dan taat peraturan. Kalau untuk Carrefour sudah kita berikan rekomendasi perizinan karena nilainya sudah sampai 90, tapi untuk Hipermart belum bisa kita berikan, karena nilainya sangat jauh dari harapan, cuma 60 dari poin 80 yang direkomendasikan," jelasnya.
Ditemui bersamaan, Kasudin Kelautan Pertanian Dan Ketahanan Pangan Jakarta Pusat, Mulyadi mengatakan jika permohonan izin perdagangan daging milik Carrefour Duta Merlin akan diteruskan kepada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) kantor Walikota Jakarta Pusat. Sedangkan, permohonan perizinan Hipermart Gajahmada terpaksa ditahan pihaknya lantaran belum dinyatakan layak.
"Soal izin Hypermart belum kita rekomendasikan, karena mereka belum layak, mulai dari sisi kebersihan tenant serta kelayakan peralatan yang digunakan. Seperti misalnya kondisi chiller yang belum dikalibrasi, itu vital sekali, karena bagaimana bisa jaga kualitas daging, kalau suhu ruangan dengan indikator chiller bisa beda," jelasnya.
Terkait hal tersebut, pihaknya telah memberikan waktu sebanyak tujuh hari kepada pihak Hypermart untuk menyelesaikan kelengkapan perizinan. Pasalnya, apabila tidak, pihaknya dengan terpaksa akan menutup tenant penjualan daging lantaran dinilai membahayakan masyarakat.
"Kalau belum diselesaikan (permohonan izin-red) sampai minggu depan, terpaksa akan kita tutup. Karena bukan cuma nggak higienis, kita sudah temukan daging nggak layak konsumsi beberapa kali, terakhir pas sidak minggu lalu (Rabu, 2/9), kita temukan delapan kilogram daging ayam dan empat kilogram daging sapi," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Fresh Hypermart, Hendi Permana mengatakan jika pihaknya akan segera melakukan perbaikan sesuai dengan rekomendasi yang diajukan pihak Sudin Kelautan Pertanian Dan Ketahanan Pangan Jakarta Pusat. Pihaknya tidak ingin jika tenant daging Hypermart Gajahmada tidak memperoleh izin, apalagi ditutup.
"Kita akan perbaiki semua, jangan sampai karena beberapa poin penilaian, izin kita sampai nggak keluar. Apalagi sampai tenant ditutup, kita akan berusaha perbaiki semuanya," jelasnya singkat.
Dihubungi terpisah, Corporate Communication General Manager PT Trans Retail Indonesia (Carrefour), Satria Hamid mengatakan, jika pihaknya sangat puas pada penilaian petugas. Terbukti, evaluasi dan perbaikan layanan jauh meningkat dibandingkan dengan hasil penilaian sidak di Carrefour Duta Merlin pada Rabu (2/9) lalu.
"Setelah sidak sebelumnya, kita sudah lakukan pemeriksaan internal dan perbaikan pada sejumlah peralatan sesuai dengan anjuran petugas. Terbukti, hasilnya sangat memuaskan, dari penilaian kita bisa capai poin 90, itu sebenarnya sudah jauh dari harapan," jelasnya.