PKL Tak Bayar Retribusi Bakal Dicabut Izin Dagangnya

Pedagang kaki lima yang biasa menggunakan fasilitas umum sebagian besar sudah m‎emiliki Jakcard.

PKL Tak Bayar Retribusi Bakal Dicabut Izin Dagangnya
openstorage.gunadarma.ac.id
Ilustrasi Jakcard 

WARTA KOTA, PALMERAH— Pedagang kaki lima  yang biasa menggunakan fasilitas umum  sebagian besar  sudah  m‎emiliki Jakcard. Dari 1.144 pedagang yang terdata, sudah sekitar 900 pedagang yang sudah memiliki Jakcard.

Namun, karena perlu validitas atas pedagang agar tidak menganggu jalan atau dikeluhkan masyarakat, maka mereka belum ditarik biaya retribusi sebesar Rp 3.000 per hari. Sehingga, dengan adanya Jakcard dan pembayaran retribusi auto debet membuat pendapatan daerah dari retribusi pedagang bisa diraih oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Suku Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Perdagangan (KUMKMP) Jakarta Selatan, Indro Martono menuturkan 1.144 pedagang itu terdapat di 14 lokasi sementara di wilayah Jakarta Selatan. Mereka tersebar di 10 kecamatan yang ada di Jakarta Selatan.

"Pedagang yang paling banyak ada di Setiabudi. Ada sekitar 500 pedagang. Tapi, semua sudah terdata dan memiliki Jakcard," kata ‎Indro saat dihubungi Warta Kota di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (6/9).

Menurutnya sosialisasi terhadap pedagang terus diberikan. Apalagi, jika ada pedagang yang telat membayar selama tiga kali maka pemerintah tidak segan-segan mencabut izinnya. Terlebih, para pedagang sudah menandatangani kesepakatan dengan tingkat Kecamatan.

‎"Jadi penataan pedagang liar pertama adalah sosialisasi, kedua data pedagang yang masuk berapa, lalu kita buatkan Jakcard dan buku tabungan. Tapi belum ditarik. Saat ini baru sampai buat kartu dan buku tabungan," kata Indro.

Selanjutnya, program yang sedang digalakkan untuk para pedagang liar yang terdata adalah makanan sehat. Sehingga, semua yang dijual tidak mengandung bahan-bahan berbahaya seperti formalin dan borax.

"Minggu ini program makanan sehat akan berjalan di Kecamatan Setiabudi. Karena pedagang yang berjualan disana sangat banyak," tuturnya

Penulis:
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved