Penipu Spesialis Stik Golf Buntuti Korban Dari Sejak Main Sampai ke Rumah
Begitu modusnya mereka
Tayang:
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Inilah stik-stik golf yang berhasil diambil oleh para penipu dari rumah orang-orang kaya
WARTA KOTA, SEMANGGI - Polisi menyita puluhan stik golf dari sebuah komplotan penipu. Di Jakarta komplotan ini sudah beraksi sebanyak 8 kali di rumah para penggemar olahraga Golf, terutama di Jakarta Selatan. Komplotan ini selalu beraksi dengan cara mencari tahu lebih dulu orang-orang yang hobi golf di setiap tempat golf, lalu mencari tahu dimana rumahnya, dan baru beraksi.
Pelaku antara lain WL (48), P (51), dan BK (57). Dari tangan para tersangka Polisi menyita 5 tas golf besar dengan isi stik-stik golf berbagai merek.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti, mengatakan, satu stik golf dalam tas itu harganya mencapai Rp 20 Juta. Bahkan, ada satu tas yang berisi 10 stik golf dengan total harga Rp 100 Juta.
Krishna mengatakan, 3 pelaku ini membagi tugasnya masing-masing. Tugas paling penting diemban pelaku bernama BK.
"BK inilah yang mensurvei setiap korbannya," kata Krishna kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com, Jumat (4/9/2015) siang.
Krishna mengatakan, BK mensurvei korbannya dengan cara nongkrong di tempat-tempat permainan golf. Baru setelah itu mulai mengikuti korbannya usai bermain, sampai diketahui dimana rumahnya. Pelaku mengikutinya dengan mobil Daihatsu Terios yang dimilikinya.
Selama satu bulan ini, ujar Krishna, sudah ada 8 rumah korban yang disatroni para penipu spesialis stik golf ini. Rumah - rumah korban seluruhnya berada di kawasan elite di Jakarta Selatan.
Krishna menjelaskan, modus penipuan para korban yakni dengan mendatangi rumah korban saat korban tak ada di rumah dan sedang tak bermain golf.
Pelaku datang bertiga dengan memakai pakaian rapih, dan ada pula yang pakai baju safari. Kemudian meminta pembantu rumah memperbolehkan mereka masuk, sebab hendak mengambil stik golf milik majikannya.
Kanit 1 Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Buddy Towoliu, mengatakan, makanya para pembantu itu percaya dengan pelaku.
Bahkan, ucap Buddy, apabila tak percaya, maka salah satu pelaku akan berlagak menelepon si majikan di depan pembantunya.
"Begitu modusnya mereka," ucap Buddy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150904-golf_20150904_204805.jpg)