Minggu, 12 April 2026

Pekan Depan Gubernur DKI Ahok Rombak Kembali Pemerintahan

Kalau cepet perombakan seperti ini, yang dibawah-bawah, bisa cepet naik jabatan nih.

Penulis: Mohamad Yusuf |
Panji Baskhara Ramadhan
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) SAAT DI Masjid Islamic Centre (JIC) yang berlokasi Jalan Kramat Jaya, Koja, Jakarta Utara, Rabu (12/8). 
WARTA KOTA, BALAIKOTA - Untuk kali keempat, dalam satu tahun terakhir, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, melakukan perombakan pejabat.
Perombakan dilakukan pada pejabat di eselon II, III, hingga IV. Sebelumnya, Ahok pernah melakukan perombakan pada bulan Januari, Mei, dan Juli.
Seperti yang dilakukannya pada Jumat (4/9/2015), sore, sebanyak 327 pejabat dilantik. 
Pantauan Warta Kota, pelantikan tersebut dijadwalkan pada pukul 15.00. Namun, pada pukul 14.00, para pejabat sudah ramai hadir di ruang Balai Agung, Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.
Tampak mereka mengenakan Pakaian Dinas Upacara (PDU), beberapa jas hitam, dan lainnya, khususnya, perempoayan mengenakan kebaya.
Terlihat mereka datang bersama istri, suami, dan anak-anaknya.    
Celetukan-celetukan tanggapan pelantikan pun dilontarkan bisik-bisik sesama pejabat.
"Gila ya, udah ada pelantikan lagi. Dikit-dikit rombak, dikit-dikit rombak," kata salah satu pria saat bertemu dengan pejabat lainnya di ruangan tersebut.
Namun, beberapa pejabat lainnya, juga menyatakan optimisnya dalam perombakan jabatan tersebut.
"Kalau cepet perombakan seperti ini, yang dibawah-bawah, bisa cepet naik jabatan nih. Asal kerja aja yang benar dah," katanya.
Perombakan pejabat tersebut, menurut Ahok akan terus dilakukan. Untuk terus mendapatkan para pejabat yang terbaik.
Namun, ia juga tetap menegaskan, tidak segan-segan memecat petugas yang lamban, dan bermain uang. 
"Semua staf sekarang juga wajib ikut tes. Kami akan terus melakukan stok pejabat. Sekarang saya juga senang, karena para staf sudah banyak yang berani melaporkan atasan, atau sekitarnya yang berani mencuri uang," kata Ahok, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2015).
Dengan pejabat yang baru itu, ia berharap bisa menjalankan program kerja DKI lebih cepat dan baik lagi. Meskipun, ancaman pemecatan tetap akan dilakukan bagi yang bermain anggaran.
"Karena yang sudah dipecat pun masih bermasalah sebenarnya. Karena mereka sudah kaya dengan uang yang dicurinya. Saya tidak rela, saya akan miskinkan!" tegas Ahok.
Karena itu, ia telah bekerjasama dengan Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Agung DKI Jakarta untuk menindaklanjuti para pejabat yang korup.
Cuci Gudang
Namun, Ahok juga mengatakan, perombakan saat ini bukan yang terakhir. Pasalnya, pekan depan dan Februari 2016 akan dilakukan cuci gudang pejabat.
"Februari kami akan cuci gudang (perombakan) besar-besaran," tegasnya.
Sementara, ia pada pelantikannya kali ini, ia juga menolak bahwa dilakukan secara mendadak. Pasalnya, ia sudah mempersiapkannya sejak jauh hari. Meskipun ia mengakui, baru siang hari memberitahu kepada pejabat yang akan dilantik tersebut.
"Memang (baru dikasih tahu). Karena yang minggu lalu, banyak nama yang saya coret. Saya nggak mau," katanya.
Ia juga memberikan kesempatan, untuk keterlibatan Kepala Dinas  memilih bawahannya.
Namun, ia juga menduga masih ada aksi permainan dalam Badan Kepegawaian Daerah (BKD). 
Pasalnya, nama-nama yang hendak didemosi justru diajukan untuk rotasi.
"BKD masih ada main. Makanya Minggu depan saya mau ganti lagai beberapa orang yang saya curigai. Ya mungkin Kepala Bidang atau apa, kami mau ganti," katanya. 
Pekan Depan
Rencana perombakan pejabat ada pekan depan, pun ditegaskan kembali oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Agus Suradika.
"Pada hari ini, kami lakukan perombakan pada eselon II sebanyak 15 orang, Kepala Kantor Regional 1 orang, eselon III 96 orang, dan eselon IV 215 orang. Tapi hari Rabu pekan depan kami lakukan pelantikan lagi," katanya.
Menurut Agus, perombakan pejabat, dilakukan benar-benar selektif. Karena itu, kerap pembahasannya tidak cukup satu hari. 
"Seperti pada pelantikan hari ini. Kami baru benar-benar final pada pukul 9 pagi. Rata-rata karena penilaian kerja yang tidak baik, kami ganti," katanya.
Pekan depan, pelantikan akan dilakukan untuk Lurah. Sementara pada Februari 2016 akan dilakukan perombakan seluruhnya.
Satukan Visi Misi
Sementara itu, Muhammad Yuliadi, yang baru dilantik sebagai Sekretaris Dewan (Sekwan), mengaku kaget atas pelantikan tersebut. 
Pasalnya, ia baru diinformasikan pada pukul 09.30. Sementara, pelantikan dilakukan pukul 15.00.
"Ini pengalaman baru dan menjadi tantangan saya. Untuk relasi di DPRD saya sudah cukup banyak kenal. Jadi lebih cepat untuk penyesuaian. Seperti Pak Taufik (Wakil DPRD DKI, Muhammad Taufik), dulu kenal saat sama-sama di utara," kata pria yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Wali Kota Jakarta Barat itu.
Kedepan, ia pun menargetkan agar DPRD dan Pemprov DKI Jakarta bisa satu visi dan misi.
Sehingga bisa bersama melakukan pembangunan di DKI Jakarta.
"Sementara memang masih ada sekat. Kami harapkan nanti kami padukan visi misi untuk membangun Jakarta bersama supaya antara eksekutif dan legislatif tidak ribut-ribut lagi," katanya.
Berikut adalah daftar 15 pejabat DKI yang menduduki jabatan barunya di golongan eselon II:
1. Andi Baso Mappapoleonro, menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI 
Sebelumnya Asisten Administrasi dan Keuangan Sekda 
2. Mara Oloan Siregar, menjabat sebagai Asisten Administrasi dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI
Sebelumnya Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI
3. Gamal Sinurat, menjabat sebagai Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI
Sebelumnya Kepala Badna Pengelola Lingkungan Hidup Daerah DKI
4. Abdul Chair, menjabat sebagai Asisten Deputi Bidang Tata Ruang Deputi Gubernur DKI
Sebelumnya Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pastisipasi Masyarakat Dinas Damkar dan Penyelematan
5. Riana Faiza, menjabat sebagai Asisten Deputi Bidang Lingkungan Hidup Deputi Gubernur DKI
Sebelumnya Kepala Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan.
6. Muhammad Yuliadi, menjabat sebagai Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI
Sebelumnya Wakil Wali Kota Jakarta Barat
7. Muhammad Zen, menjabat sebagai Wakil Walikota Kota Administrasi Jakarta Barat
Sebelumnya Sekretaris Kota
8. Asril, menjabat sebagai Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat
Sebelumnya Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretariat Kota Jakarta Barat
9. Junaedi, menjabat sebagai Sekretaris DP KORPRI Provinsi DKI Jakarta
Sebelumnya Sekretaris Kota Jakarta Utara
10. Ahmad Ya'la, menjabat sebagai Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara
Sebelumnya Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Kota Jakarta Utara
11. Yuli Hartono, menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI
Sebelumnya Kepala Suku Dinas Perumahan dan Gedung Pemda Jakarta Barat
12. Edi Sumantri, menjabat sebagai Wakil Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI
Sebelumnya Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pajak Dinas Pelayanan Pajak
13. Teguh Hendarwan, menjabat sebagai Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI
Sebelumnya Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretariat Jakarta Timur
14. Theodora Carolina Kawinda, menjabat Direktur RSUD Pasar Minggu
Sebelumnya Direktur Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit
15. Julaga HC Lumban Tobing, menjabat sebagai Direktur RSUD Duren Sawit
Sebelumnya Wakil Direktur Pelayanan RSUD Pasar Rebo.
Sumber: WartaKota
Tags
Ahok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved