Minggu, 12 April 2026

Harry Masih Terpukul Atas Meninggalnya Meiyanne Saad

Dia menuturkan sosok istrinya merupakan seseorang yang baik hati. Keseharian, almarhum memang dikenal pekerja yang cukup tangguh.‎

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Wajah Harry Susanto‎ terpukul dan kehilangan masih tampak.

Dia bersama kedua anaknya ditinggalkan orang yang paling dicintai, Meiyanne Saad (46),‎ Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang tewas saat terjatuh dari lantai 15 Apartment Essence ‎Dharmawangsa, di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (2/9) malam‎.

"Saya ingin memulihkan kondisi saya dulu. Segala sesuatu karena ga akan mengembalikan istri saya," kata pria berkacamata itu di rumah duka Jalan Cipaku V nomor 10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (4/9).

Pria yang menggunakan kemeja abu-abu itu hanya bisa berpasrah agar arwah wanita yang ‎paling dicintainya diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa. Dia enggan menduga-duga kematian dari Meiyane.

‎"Dugaan-dugaan itu semua hanya spekulasi. Saya percayakan ke polisi. Biar polisi saja yang mengungkap. Sumbernya dari polisi saja," kata dia.

Karangan bunga dan tenda berwarna putih di rumah itu masih berdiri tegak.

Sanak keluarga juga masih terus mendatangi rumah berukuran sekitar 500 meter persegi itu.

Dia menuturkan sosok istrinya merupakan seseorang yang baik hati. Keseharian, almarhum memang dikenal pekerja yang cukup tangguh.‎ Sehingga, dia harus tabah menghadapi cobaan ini.

"Istri saya berkarakter kuat dan tabah. ‎Sudah cukup yah," ucap Harry mengakhiri pembicaraan.

Teman korban sempat panik

Ditemui secara terpisah, Kepala Satuan Reserse Polrestro Jakarta Selatan, AKBP Audie Latuheru menuturkan teman korban yang merupakan pemilik apartemen NN sempat panik.

Pasalnya, setelah ditinggal dari balkon untuk masuk ke dalam apartemen, korban sudah tidak ada di balkon.

"Saksi yang merupakan teman korban menerima telepon dan masuk ke dalam. Tak lama berselang, korban sudah tidak ada di balkon. Padahal, sebelumnya saksi menyuruh korban untuk masuk ke dalam apartemen," tutur Audie.

Menurutnya, setelah teman satunya berinisial IRS baru datang ke apartemen itu. Sehingga, NN dan IRS langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolrestro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Saksi datang tidak bersamaan, dia datangnya. Dia (korban) datang ke Apartemen dulu, ketempat temannya yang pemilik apartemen. Kemudian temannya yang satunya (IRS) nyusul kemudian. Belum sempat masuk kedalam apartemen juga, masih di luar ‎," tuturnya.

Lima orang saksi sudah diperiksa dan di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yaitu tiga sekuriti dan dua temen korban. Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

"Setelah maksimal penyidikan nya apakah karena jatoh, bunuh diri atau didorong kita akan lakukan proses penyelidikan lanjut. Nah utk kasusnya korban ini, Esence itu proses penyidikan nya sendiri masih berjalan," tuturnya.(bin)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved