Demo Buruh

SPN Bogor Kerahkan Buruh ke Jakarta

Sebanyak 200 buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Bogor berangkat ke Jakarta untuk menggelar unjuk rasa.

SPN Bogor Kerahkan Buruh ke Jakarta
Wartakotalive.com/Glery Lazuardi
Massa buruh dari berbagai Serikat Pekerja mulai memadati lokasi aksi unjuk rasa di depan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015). 

WARTA KOTA, BOGOR— Sebanyak 200 buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Bogor berangkat ke Jakarta untuk menggelar demo bersama ribuan buruh dari Jabodetabek, Selasa (1/9/2015).

Ratusan buruh tersebut menuntut agar dihapuskan sistem tenaga kerja kontrak dan upah yang layak.

Ketua SPN Kabupaten Bogor Nadi Harja mengatakan, ada sekitar 200 perwakilan pekerja akan melakukan unjuk di Jakarta hari ini. Dari 2.956 perusahaan di Kabupaten Bogor, kata Nadi, hampir 500 perusahaan bergerak dalam industri garmen yang tergabung dalam SPN.

"Kami berangkat dari simpang Citeurep menuju Jakarta menggunakan bus. Kami akan berkumpul di Bundaran HI Jakarta bersama rekan-rekan kemudian long march ke Istana Presiden, " katanya.

Adapun tuntutan para buruh kali ini kata Nadi adalah mendorong pemerintah lebih memperhatikan nasib para pekerja. Khususnya kepada pekerja yang masih dalam status kerja kontrak.

Dia menilai, pekerja kontrak selalu dalam kondisi memprihatinkan jika terjadi melemahnya ekonomi.

"Hampir 70 persen di Kabupaten Bogor ini para pekerja kontrak. Kami ingin pemerintah menghapuskan tenaga kontrak. Jika terjadi apa-apa dengan perusahaan, pasti sasarannya pekerja kontak hingga pemutusan kerja,” katanya.

Data yang dimiliki SPN, ada sekitar 5.000 pekerja dalam kurun waktu Januari hingga Agustus telah di PHK dikarenakan menurunnya tingkat produksi di industri pemintalan. Hal tersebut karena perusahaan menurunkan tingkat produksinya.

Di bulan Maret lalu, lanjut Nadi, perusahaan garmen PT Bumi Karya Manunggal, Citeurep telah gulung tikar karena mengalami kebangkrutan. selain itu, melambungnya harga bahan pokok juga menjadi beban para pekerja terutama bagi pekerja yang sudah berumah tangga.

"Kondisi ekonomi Indonesia saat ini tidak bagus. Ini menjadi konsen kita untuk melakukan unjuk rasa," katanya.

Penulis: Soewidia Henaldi
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved