Kurs Rupiah

Setelah Menguat Empat Hari, Dolar AS Bervariasi

Kurs dolar AS diperdagangkan bervariasi terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa pagi WIB, setelah naik selama empat sesi berturut-turut.

Setelah Menguat Empat Hari, Dolar AS Bervariasi
Tribunnews.com
ILUSTRASI - Petugas menghitung mata uang dolar AS yang ditukar warga di Golden Money Changer, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Selasa (12/5). Nilai tukar rupiah kembali turun menjadi Rp 13.210 per dollar AS dibanding hari sebelumnya Rp 13.155 per dollar AS 

WARTA KOTA, NEW YORK - Kurs dolar AS diperdagangkan bervariasi terhadap mata uang utama lainnya pada Senin atau Selasa (1/9/2015) pagi WIB, setelah naik selama empat sesi berturut-turut.

Greenback melemah terhadap mata uang safe haven yen Jepang pada Senin di tengah kekacauan global di pasar ekuitas.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,28 persen menjadi 95,838 pada akhir perdagangan.

Dolar AS menguat tajam pada empat sesi sebelumnya, karena data ekonomi yang kuat baru-baru ini telah mendasari keputusan potensial bank sentral untuk menaikkan suku bunganya pada akhir tahun.

Di sisi ekonomi, Barometer Bisnis Chicago mempertahankan sebagian besar kenaikan Juli, turun hanya sebagian kecil menjadi 54,4 pada Agustus dari 54,7 pada Juli, menurut Survei Bisnis ISM-Chicago pada Senin.

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,1220 dolar dari 1,1179 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,5349 dolar dari 1,5391 dolar di sesi sebelumnya.

Dolar Australia sedikit menurun menjadi 0,7121 dolar dari 0,7164 dolar.

Dolar AS dibeli 121,20 yen Jepang, lebih rendah dari 121,33 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS menguat menjadi 0,9675 franc Swiss dari 0,9630 franc Swiss, dan menukik menjadi 1,3179 dolar Kanada dari 1,3218 dolar Kanada. (Antara/Xinhua)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved