Demo Buruh

BREAKING NEWS: 25.000 Buruh Bekasi Bergerak ke Jakarta

Sebanyak 25.000 buruh dari tujuh kawasan industri di Kabupaten Bekasi akan berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Selasa (1/9)

BREAKING NEWS: 25.000 Buruh Bekasi Bergerak ke Jakarta
Tribunnews.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, BEKASI— Sebanyak 25.000 buruh dari tujuh kawasan industri di Kabupaten Bekasi akan berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta pada Selasa (1/9) pagi. Kedatangan mereka ke sana, untuk mendesak pemerintah agar segera memulihkan perekonomian Indonesia.

Sebab dengan memburuknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika, membuat ratusan buruh di PHK. Mereka yang dipecat, karena perusahannya kesulitan untuk membeli bahan baku impor, dimana biaya produksi cukup mahal karena diimpor menggunakan nilai dollar.

"Buruh akan bertolak ke Jakarta sekitar pukul 08.00 dan diperkirakan pukul 09.30 tiba bersama buruh lain di Bundaran Hi dan Istana Negara," ujar Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Kabupaten Bekasi, Obon Tabroni pada Selasa (01/09).

Menurut Obon, puluhan ribu buruh akan bergerak lewat dua ruas jalan, pertama lewat tol dan kedua lewat jalan arteri. Titik kumpul, kata dia, akan dipusatkan ke Bundaran HI lalu perlahan bergerak ke Istana Negara.

Obon mengatakan, berdasarkan informasi yang dia dapat setidaknya ada 400 buruh yang dipecat. Dia memprediksi, jumlah itu bisa lebih banyak lagi, sebab Kabupaten Bekasi merupakan daerah industri terbesar se-Asia Tenggara yang terdapat perusahaan asing maupun lokal.

Obon pun mengimbau agar buruh di semua sektor perusahaan melaporkan rekannya yang dirumahkan perusahaan. Sehingga, kata dia, hak-hak buruh dapat diperjuangkan bersama-sama. "Kami memaklumi perusahaan yang merumahkan buruh, akibat lemahnya rupiah. Tapi kami mohon pemerintah turun tangan terkait hal ini," kata Obon.

Sementara itu, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia Kabupaten Bekasi, Agus Setiawan, menyatakan sudah banyak perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap buruhnya akibat melemahnya nilai rupiah. Perusahaan yang memecat karyawannya, kata dia, karena penjualan barang tidak sebanding dengan biaya produksi.

"Biaya produksi mulai dari pembelian bahan cukup mahal karena diimpor menggunakan nilai dollar, sementara penjualannya tidak seberapa di dalam negeri," kata Agus.

Agus menyatakan, pemutusan hubungan kerja itu bersamaan dengan habisnya kontrak buruh tersebut. Mayoritas perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja yang bergerak di bidang industri otomotif sebanyak 30 persen dan elektronik 30 persen. "Mungkin kalau pasarnya ekspor masih aman. Tak ada pemutusan hubungan kerja," ujar dia.

Terpisah Kepala Satuan Lalu Lintas Wilayah Kota Bekasi Kota, Komisaris Bayu Pratama mengatakan, setidaknya ada 1.000 personel gabungan dari Polresta Bekasi Kota, Polda Metro Jaya dan Satpol PP Bekasi yang dikerahkan untuk mengamankan arus lalu lintas saat para buruh melintas.

Bayu megatakan, pengamanan akan dilakukan di perempatan jalan dan juga jalan menuju pintu masuk tol. Pengerahan personel di pintu masuk tol, guna mengantisipasi blokade jalan tol dan adanya roda dua yang masuk ke dalam tol. "Beberapa waktu lalu pernah kejadian, saat aksi demo buruh yang naik roda dua dari Cikarang masuk tol. Nah jangan sampai hal terulang lagi," jelas Bayu.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved