MotoGP
Akhirnya Valentino Rossi Taklukkan Silverstone
Hujan itulah yang ‘bersekongkol’ dengan Valentino Rossi, sehingga pembalap Movistar Yamaha itu sukses menjuarai MotoGP Inggris Raya
WARTA KOTA, SILVERSTONE - Hujan yang mengguyur Sirkuit Silverstone, Inggris, Minggu (30/8) malam WIB, bukan sekadar hujan di musim panas yang mendadak dan lolos dari prakiraan cuaca.
Sebab, hujan itulah yang ‘bersekongkol’ dengan Valentino Rossi, sehingga pembalap Movistar Yamaha itu sukses menjuarai MotoGP Inggris Raya, menang untuk kali pertama di Silverstone, dan kembali ke puncak klasemen menggusur rekan setimnya, Jorge Lorenzo.
Memulai balapan dari posisi empat, guyuran hujan menjadi berkah bagi Rossi. Marc Marquez terjatuh saat membuntutinya, sedangkan Lorenzo harus puas finis di urutan kekeempat.
“Pagi ini ketika saya bangun tidur dan melihat hujan turun, saya tidak tahu apakah itu kabar bagus atau bukan. Karena sepanjang musim ini kami tidak punya banyak data untuk balapan basah,” kata Rossi dilansir Crash, Senin (31/8).
“Namun, kerja dari tim saya membuat perbedaan. Motor saya juga terasa fantastis. Dari putaran pertama di sesi pemanasan, kami menemukan keseimbangan yang bagus, dan saya melaju dengan sangat tangguh,” imbuhnya.
Pembalap berjuluk The Doctor itu mengaku sempat khawatir karena kemungkinan cuaca semakin memburuk, dingin, hujan, dan harus membalap dengan ban slick.
“Saya merasa senang ketika hujan mulai lebih deras di lap pemanasan. Dari sana saya tahu bahwa saya punya kecepatan,” cetus pembalap berusia 36 tahun tersebut.
Meski begitu, Rossi mengaku sempat melakukan kesalahan karena bersantai selama satu lap.
“Karena saya pikir saya memiliki keuntungan lebih. Saya juga tidak ingin membuang segalanya dan mulai turun hujan lagi. Tapi ini adalah MotoGP, Anda tidak bisa bersantai. Dalam setiap situasi, di setiap latihan, orang ingin mengalahkan Anda,” tuturnya.
Dengan kemenangan ini, Rossi kembali menempati puncak klasemen dengan nilai 236. Lorenzo masih menguntit dengan 224 poin.
“Saya sangat senang dan bangga dengan kemenangan ini. Ini adalah perasaan yang hebat! Seingat saya, balapan terakhir di trek basah yang saya menangkan, terjadi sepuluh tahun yang lalu. Kemenangan ini sangat penting. Jujur, jika dalam kondisi kering, saya pikir sulit untuk mengalahkan Jorge,” paparnya.
Di sisi lain, Marquez merasa peluangnya untuk meraih gelar juara dunia MotoGP untuk ketiga kalinya, sudah tertutup.
“Kami kehilangan opsi untuk kejuaraan, tapi kami akan mencoba untuk menang sebanyak balapan mungkin, sampai akhir musim. Tidak ada lagi pikiran untuk memenangi kejuaraan. Saya akan mencoba untuk menang, tapi ketika itu tidak mungkin, saya akan mencoba finis di tempat kedua dan naik podium. Saya tidak akan mengubah level saya, karena saya sudah mengambil banyak risiko,” tegas pembalap Spanyol berumur 22 tahun itu. (pen)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150901akhirnya-valentino-rossi-taklukkan-silverstone_20150901_172255.jpg)