Dinas KUMKMP DKI Tutup Izin Usaha Toko Sembako India di Sunter

Toko swalayan kecil yang sudah beroperasi selama 6 tahun ini, sempat divonis dengan pidana denda sebesar Rp 10 juta dengan subsider kurungan 4 bulan.

Dinas KUMKMP DKI Tutup Izin Usaha Toko Sembako India di Sunter
Panji Baskhara Ramadhan
Ilustrasi - Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta menutup izin usaha perdagangan toko sembako India Sagar yang berlokasi di Jalan Sunter Raya Blok R, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (31/8). 

WARTA KOTA, TANJUNGPRIOK - Bersama puluhan personel dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Utara, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta menutup izin usaha perdagangan di toko sembako India 'Sagar' yang berlokasi  di Jalan Sunter Raya Blok R, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (31/08/2015).

Hal itu dilakukan lantaran pada tahun 2012 lalu, pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, telah menemukan sebanyak 347 item produk bahan pangan olahan impor tanpa izin edar.

"Kami menindak lanjuti laporan BPOM ke Gubernur terkait ditemukannya 347 item produk bahan pangan olahan impor tanpa izin edar. Temuan ini juga telah ditindaklanjuti dengan proses penyidikan, dan berdasarkan putusan pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) dengan nomor perkara 853/PID.SUS/2015/PN.JKT.UTR. Maka dari itu, izin usahanya kami tutup," kata Irwandi selaku Kepala Dinas (Kadis) KUMKMP DKI Jakarta di lokasi.

Menurut Irwandi, toko swalayan kecil yang sudah beroperasi selama 6 tahun ini, sempat divonis dengan pidana denda sebesar Rp 10 juta dengan subsider kurungan 4 bulan.

"Ketentuan pidana dimaksud sebagaimana tercantum pada Pasal 148 UU no 18 tahun 2012 tentang pangan dan saat ini masih pada tahap pemberkasan saat belum sidang," tuturnya.

Ia melanjutkan, pihaknya mengusulkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, agar kiranya dapat dipertimbangkan dengan dilakukan tindakan yang lebih keras terhadap swalayan Sagar yang dahulunya menjual alat sembahyang India.

"Tindakan keras ini yakni pencabutan izin usaha sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku diantaranya Perda Provinsi DKI Jakarta no 15 tahun 2011 tentang Perizinan Tempat Usaha, berdasarkan UU Gangguan. Mengingat, yang bersangkutan sudah berulang kali melakukan pelanggaran hukum yang sama dan putusan pidana yang telah dijatuhkan, tidak memberikan efek jera," katanya. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved