Waduh, Jakarta Kekurangan 3111 Guru

Sebenarnya jumlah guru yang dibutuhkan di Jakarta sebanyak 49.301 untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMK negeri.

Editor: Andy Pribadi
Kompas.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, SETIABUDI - DKI Jakarta ternyata sedang dilanda kekurangan guru.

Dimana, pada tahun ini, jumlah guru yang dibutuhkan di Jakarta sebanyak 49.301 untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMK negeri.

Namun, data guru yang ada saat ini baru 46.190 orang di semua jenjang pendidikan.

Berdasarkan data kebutuhan guru dari UPT Pusat Data dan Sistem Informasi Pendidikan (PDSIP), Disdik DKI Jakarta, kekurangan guru di Jakarta mencapai 3111 orang.

Adapun rinciannya adalah guru TK kurang tiga orang, guru SD kurang 1853 orang, guru SMP kurang 612 orang, guru SMA kurang 309 orang, dan guru SMK kurang sebanyak 334 orang.

Untuk memenuhi kebutuhan guru tersebut, Dinas Pendidikan saat ini sedang melakukan pemetaan kebutuhan guru di setiap sekolah.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sopan Adrianto, menjelaskan permasalahan tenaga pendidikan yang dihadapi dinas pendidikan saat ini adalah 78 persen dari guru PNS di Jakarta berusia lebih dari 51 tahun.

Karenanya, diperkirakan dalam 2-3 tahun akan ada sebanyak 40 persen guru yang pensiun.

Sementara, per tahunnya, guru yang pensiun berkisar antara 1000 hingga 2000 orang.

"Karenanya dinas pendidikan sedang melakukan perencanaan tentang penyediaan guru. Kalau tidak disiapkan, maka permasalahan yang dihadapi akan makin rumit karena guru tidak siap," katanya ketika ditemui Warta Kota di Kantor Disdik Jakarta, Setiabudi, Jumat (28/8) siang.

Beberapa langkah pemetaan yang dilakukan yakni pemetaan kebutuhan guru kelas maupun guru bidang studi dengan cara merinci, per tahun, berapa guru yang akan memasuki masa purnabakti.

"Dari peta itu, kami bisa mengajukan usulan ke gubernur tentang rekrutmen seperti apa, berapa dana yang diperlukan, dan lain-lain berkenaan masalah ini. Tidak hanya itu, dinas pendidikan juga melakukan rapat pimpinan mengenai guru termasuk dengan kepala suku dinas di Jakarta, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan lain-lain," jelas Sopan.

Dia juga menyebutkan, permasalahan guru tidak dapat ditangani sendiri tetapi memerlukan institusi lain yang mengatur mengenai guru dan PNS, yakni BKD, Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Sopan menjelaskan, proses menuju CPNS melibatkan BKD, BKN dan kementerian.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved