Bentrokan di Kampung Pulo

Lurah: Lima Gubernur Tak Ada yang Berani Bongkar Kampung Pulo

Sebuah kisah diceritakan oleh Lurah Kampung Melayu Bambang Pangestu mengenai pembongkaran Kampung Pulo serta relokasi warganya.

Lurah: Lima Gubernur Tak Ada yang Berani Bongkar Kampung Pulo
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Penertiban bangunan Kampung Pulo terus berlanjut, Minggu (23/8/2015) 

WARTA KOTA, JAKARTA - Sebuah kisah diceritakan oleh Lurah Kampung Melayu Bambang Pangestu mengenai pembongkaran Kampung Pulo serta relokasi warganya.

Bambang mengatakan, momen ini telah mengingatkan dia pada kejadian sekitar 23 tahun yang lalu pada tahun 1992.

"Ketika itu, saya belum jadi PNS (pegawai negeri sipil). Saya masih jadi relawan di PMI (Palang Merah Indonesia)," ujar Bambang di Rusunawa Jatinegara Barat, Kamis (27/8/2015).

Pada saat itu, Bambang mengatakan, PMI terlibat suatu program bersama dengan ilmuwan dari Institute Teknologi Bandung (ITB).

Program tersebut bertujuan untuk mencari solusi masalah banjir di DKI Jakarta.

Kawasan Kampung Pulo merupakan kawasan yang dikunjungi Bambang serta para ilmuwan ketika itu.

kampung pulo

Bambang mengatakan, mereka tidak hanya meneliti dari luar, tetapi juga ikut masuk ke dalam Kampung Pulo dan melihat secara langsung gaya hidup warga.

Setelah memetakan permasalahan dan melihat langsung kondisi Kampung Pulo, Bambang beserta ilmuwan lain akhirnya menemukan solusi.

"Waktu itu, kami berkesimpulan, ini bakal bagus banget kalau Sungai Ciliwung diperlebar, terus dibikin jalan inspeksi. Warga yang tinggal di sana direlokasi. Kalau seperti itu, pasti tidak banjir," ujar Bambang.

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved