Koran Warta Kota
Penculikan Bayi Marak karena Krisis Keuangan
Belakangan ini marak berita-berita yang membuat miris hati kita, sejumlah penculikan bayi terjadi di mana-mana.
WARTA KOTA, PALMERAH— Belakangan ini marak berita-berita yang membuat miris hati kita, sejumlah penculikan bayi terjadi di mana-mana.
Dan yang lebih menakutkan adalah kasus ini seringkali berakhir dengan ketidakjelasan nasib korban penculikan ataupun yang berakhir tragis, yaitu dibunuh oleh sang penculik.
Karena itu, setiap orangtua wajib mengawasi keberadaan anaknya saat mereka bermain, baik itu di lingkungan rumah ataupun di lingkungan sekolah dan lokasi lain.
Jika melihat motinya, rata-rata penculikan anak dilatarbelakangi faktor ekonomi.
"Menurut saya, rata-rata aksi pelaku penculikan anak itu karena sulitnya ekonomi yang dihadapinya," kata Musni Umar, sosiolog UI.
Dia mengatakan, pelaku penculikan rata-rata panik kala dilanda krisis keuangan.
Karena itu, pelaku mencari cara untuk menculik seorang anak dan bernilai untuk dijual ke orang lain.
"Ini saya kaitkan dengan krisis perekonomian negara kita. Pelaku panik ketika lagi krisis keuangan," ujarnya.
Mereka menculik dan rata-rata modusnya mengancam dan meminta tebusan uang ke orangtua korban.
Entah itu meminta tebusan puluhan atau ratusan juta rupiah. Rata-rata seperti itu.
Dia mengatakan, kecil kemungkinan, motif pelaku penculikan anak lantaran ingin memiliki anak.
Kalau motif pelaku menculik anak karena ingin punya anak, bisa saja terjadi. Tapi kemungkinannya kecil.
"Saya tetap menduga, penculikan anak karena dilatarbelakangi faktor ekonomi," katanya. (m22)