Perampok Kempis Ban Ditangkap Saat Kencani Pacar di Hotel

Dia hanya berperan mengawasi situasi saat pelaku lainnya beraksi merampok.

Perampok Kempis Ban Ditangkap Saat Kencani Pacar di Hotel
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Polisi saat merilis kasus perampokan dimana salah satu pelakunya berfoya-foya usai pembagian hasil rampokan, Selasa (25/8/2015). 
WARTA KOTA, SEMANGGI - Albert Ringgas Angelia (33) mengajak pacarnya jalan-jalan usai membantu aksi perampokan. 
Dia berfoya-foya ke beberapa Kota di Jawa Tengah, sampai akhirnya Polisi meringkus Albert saat tengah berduaan dengan pacarnya di kamar sebuah hotel di Kota Solo, Jawa Tengah pada 9 Agustus 2015. 
"Waktu kami ringkus dia lagi sama pacarnya itu di kamar," ucap Kanit 1 Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro di ruang kerjanya kepada Wartakotalive.com, Selasa (25/8/2015) sore. 
Menurut Gunardi, dalam aksi perampokan itu padahal Albert mendapat bagian paling rendah ketimbang pelaku lainnya.
Dia hanya dapat bagian sebesar Rp 6 Juta.
Padahal ada rekannya yang mendapat jatah sampai Rp 200 Juta. 
Kelompok kejahatan jalanan yang Albert ikuti ini dipimpin oleh lelaki asal Palembang bernama Heryanto yang kini buron. 
Kelompok ini beraksi sepanjang Juni 2015 sampai Juli 2015.
Mereka beraksi sebanyak 15 kali dengan total hasil rampokan sebesar Rp 800 Juta. 
Terakhir kelompok ini beraksi pada Kamis (30/7/2015) lalu dan mendapat hasil rampokan sebesar Rp 65 Juta sekaligus menggenapi uang hasil rampasan jadi sebesar Rp 800 Juta dalam 15 kali beraksi.
Kelompok ini adalah pelaku kejahatan yang melakukan perampokan dengan cara mengempiskan lebih dulu mobil korban sasarannya.
Target mereka sebagian besar Nasabah bank dan orang-orang yang menukarkan uang di Money Changer. 
Para pelaku diambil uangnya setelah pelaku mengempiskan ban mobil korban.
Saat korban lengah, barulah pelaku merampas uang yang diincar. 
Lebih lanjut, ucap Gunardi, pimpinan kelompok, yakni Heryanto membagikan hasil sesuai peran masing-masing.
Heryanto mendapat Rp 250 Juta, lalu pelaku bernama Andi yang kini buron mendapat Rp 200 Juta. 
Lalu pelaku bernama Doni Iswanto (29) yang sudah tertangkap Polisi pada 8 Agustus 2015 mendapat Rp 200 Juta.
Kemudian pelaku bernama Julio Andika (27) yang juga telah tertangkap mendapatkan jatah Rp 30 Juta. 
"Nah, si Albert ini hanya dapat Rp 6 Juta saja," kata Gunardi. Sebab peran Albert paling tak berisiko.
Dia hanya berperan mengawasi situasi saat pelaku lainnya beraksi merampok.
Berbeda dengan pimpinan Heryanto dan Andi yang bertugas menentukan target.
Sedangkan Julio memecahkan kaca mobil serta mengambil bungkusan uang di mobil. Dan Doni mengempiskan ban mobil para korbannya. 

"Tapi tetap saja orang ini (Albert) foya-foya sama pacarnya," kata Gunardi.Padahal bagiannya paling kecil.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved