Formula 1

Lewis Hamilton Perlebar Jarak

Lewis Hamilton memperpanjang usahanya mempertahankan gelar juara dunia Formula Satu

Warta Kota/AFP
Lewis Hamilton. 

WARTA KOTA, STAVELOT - Lewis Hamilton memperpanjang usahanya mempertahankan gelar juara dunia Formula Satu lewat kemenangan di Grand Prix Belgia, akhir pekan lalu. Ia kini memimpin klasemen sementara dengan 227 poin.

Hamilton unggul 28 poin atas pesaing terdekat sekaligus rekan setimnya, Nico Rosberg. Podium di Belgia merupakan yang keenam sepanjang musim 2015 dan yang ke-39 dalam kariernya di Formula Satu (F1).

Secara keseluruhan, pembalap Inggris Raya ini sudah 80 kali naik podium, menyamai pencapaian legenda balap yang menjadi idola masa kecilnya, Ayrton Senna.

“Ini sebuah mimpi dan mobil begitu fantastis sepanjang akhir pekan,” kata Hamilton, yang mengontrol balapan sejak awal dan tak pernah mendapat gangguan dari para rivalnya terutama Rosberg.

“Lewis melakukan tugasnya dengan sangat baik, dia pantas menang,” timpal Rosberg.

Balapan juga diwarnai drama terlemparnya pembalap Ferrari Sebastian Vettel dari posisi ketiga pada Grand Prix (GP) ke-150 yang ia lakoni.

Menjelang akhir balapan, ban kanan belakang Vettel meletus di lintasan lurus Sektor Kemmel, sehingga memaksanya finis di posisi ke-12.

Vettel pun langsung mengkritisi Pirelli, pemasok ban untuk balapan F1. Sebelumnya, Rosberg juga mengalami insiden serupa pada sesi latihan, Jumat lalu.

“Hal-hal seperti itu tidak semestinya terjadi. Kalau terjadi 200 meter sebelumnya, saya tidak akan berdiri di sini sekarang,” cetus Vettel merujuk sektor lintasan Eau Rouge yang memiliki karakter paling menantang di Sirkuit Spa-Francorchamps.

Pirelli, yang menjalani musim kelima secara beruntun sebagai penyedia ban F1, kemudian menyatakan rasa heran dengan strategi satu pit stop Vettel.

Walaupun menjamin ketahanan ban sampai 40 putaran, direktur Motorsport Pirelli Paul Hembery menyebut tidak ada jaminan mengingat hal tersebut juga bergantung pada situasi di atas lintasan.

“Ban itu sudah di ambang ketahanannya. Di belahan dunia mana pun kalau sudah seperti itu tentu saja Anda akan dapat masalah. Kami menduga strateginya akan berkisar pada dua atau tiga stop seperti yang biasa terjadi. Mereka (Ferrari) merasa bisa melakukan satu saja,” ujar Hembery di Autosport. (eko)

Sumber: WartaKota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved