Selasa, 5 Mei 2026

BI Diminta Naikkan Suku Bunga untuk Menahan Anjloknya Rupiah

Anggota Komisi XI Hendrawan Supratikno menilai Bank Indonesia mempunyai cara ampuh untuk memperkuat nilai mata uang rupiah

Tayang:
Editor: Suprapto
Kontan.co.id
Ilustrasi mata uang rupiah dan dolar AS. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Anggota Komisi XI Hendrawan Supratikno menilai Bank Indonesia mempunyai cara ampuh untuk memperkuat nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS yang sudah menembus angka Rp 14.000 kemarin. Salah satu caranya menurut Hendrawan menaikkan suku bunga acuan melalui BI Rate.

Dengan kenaikan suku bunga acuan, otomatis perbankan akan menaikkan bunganya dalam sistem kredit. Hal itu akan berdampak kepada pengurangan nilai impor, sehingga pemakaian dollar AS menurun dan nilai rupiah bisa naik kembali.

"Bank Indonesia menaikkan suku bunga," ujar Hendrawan di gedung DPR/MPR, Selasa (25/8/2015).

Hendrawan pun mengetahui resiko menaikkan suku bunga acuan dari BI berdampak kepada sektor riil. Dalam hal ini ekspansi bisnis, dan daya beli masyarakat akan menurun.

"Menaikkan suku bunga mnempunyai konsekuensi, biayanya sektor riil ‎tertentu," ungkap Hendrawan.

Hendrawan memaparkan kenaikan suku bunga akan berdampak langsung pada inflasi. Dari data Badan Pusat Statistik nilai inflasi year on year 8,8 persen.

"Kalau kamu ingin menarik dolar masukan rupiah, menaikan suku bunga. Wong inflasi sudah naik pada kenyataannya," kata Hendrawan.

Hendrawan menambahkan, apapun yang akan dilakukan pemerintah saat ini ada konsekuensi nya. Karena intervensi pemerintah dan Bank Indonesia akan berdampak pada sistem makro ekonomi lainnya.

"Tapi itu sekali lagi itu ada cost-nya. Dalam ekonomi, semua ada costnya," papar Hendrawan.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved