Jumat, 17 April 2026

Anjing Bloodhound, Si Pelacak Terbaik Selama Berabad-abad

Anjing jenis bloodhound dianggap sebagai pakar dalam hal memecahkan kejahatan. Hidungnya luar biasa kuat melacak jejak orang dan kriminal.

Tribunnews.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Anjing jenis Bloodhound dianggap sebagai pakar dalam hal memecahkan kejahatan. Hidungnya luar biasa kuat melacak jejak orang dan kriminal selama berabad-abad.

Begitulah Majalah National Geographic edisi September 2015 menulis soal si Bloodhound ini. Namun sepanjang sejarah Polisi Satwa Indonesia, belum pernah satu kali pun Anjing jenis Bloodhound masuk skuad anjing pelacak.

Ahli Biologi dari Victor Vallev College-California, Lisa Harvey, seperti dilansir National Geographic edisi September 2015, mengatakan, kulit wajah Bloodhound yang longgar, termasuk kelepak mulut dan leher yang menggelantung, lalu telinga yang terkulai dan air liur yang banyak, membantunya menyedot molekul bau.

Kelebihan yang tak dimiliki anjing lain.

Bahkan, Presiden National Police Bloodhound Association, Doug Lowry, mengatakan, anjing-anjing Bloodhound veteran bisa melacak jejak aroma bau berumur 2 hari di antara kerumunan, angin, dan hujan.

Sementara saat ini handler Polisi anjing pelacak Indonesia lekas menyerah apabila dihadapkan dengan sebuah kasus di ruang terbuka apabila baru diberitahu 2 hari usai peristiwa terjadi.

Bahkan, ucap Doug Lowry, anjing Bloodhound mengidentifikasi bau setiap orang seperti sidik jari. Selalu berbeda.

Sementara itu, Wakil Kepala Direktorat Polisi Satwa Mabes Polri, Komisaris Besar Andriyanto Basuno, mengakui kekuatan penciuman anjing jenis Bloodhound yang luar biasa itu.

Tapi, kata Andriyanto, pihaknya punya alasan tak memakai Bloodhound. "Dibanding anjing K-9 yang lain, penciuman bloodhound memang sangat tinggi. Namun anatominya terlalu besar, sehingga mudah lelah," ucap Andriyanto saat dihubungi Wartakotalive.com, Senin (24/8/2015).

Makanya, kata Andriyanto, Polisi Satwa Indonesia lebih memilih menjadikan anjing Belgian Mallinois sebagai pelacak. Anjing ini memang sedang jadi primadona di Kepolisan Indonesia.

Di setiap kandang anjing pelacak di Kepolisian, selalu ada berderet-deret jenis ini di dalam kandang.

"Anjing ini ketahanan tubuhnya tinggi dibanding yang lain. Dan cocok dengan kondisi cuaca di Indonesia," kata Andriyanto.

Di Indonesia, ucap Andriyanto, Belgian Mallinois dipakai sebagai anjing pelacakan kriminal umum dan Narkotik.

Sedangkan untuk pelacakan bahan peledak, anjing yang dipilih adalah anjing Labrador yang berkarakter tenang.

Sementara untuk anjing SAR, kata Andriyanto, pihaknya mulai mendatangkan primadona baru lainnya, yakni anjing jenis Pointer yang memiliki daya jelajah luas. Sehingga mampu bergerak jauh saat terjadi bencana tanpa kehabisan tenaga.

Kemampuan Pointer terbukti saat bencana longsor di Banjarnegara, anjing-anjing ini menunjukkan kapasitasnya yang hebat dengan menemukan 40 titik lokasi mayat terkubur di tanah sedalam 4 meter.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved