Tanpa Insentif, Sepanjang Hari Ini IHSG Diperkirakan Loyo
Minimnya insentif positif dan kekhawatiran perlambatan ekonomi Indonesia dan China masih membayangi psikologis pasar.
Penulis: |
WARTA KOTA, PALMERAH - IHSG Rabu (19/8) bergerak bervariasi dalam rentang 53 poin, gagal bertahan di atas 4500 ditutup terkoreksi 26 poin (0,6%) di 4484,242.
David Sutantyo, Market Research First Asia Capital mengatakan, minimnya insentif positif dan kekhawatiran perlambatan ekonomi Indonesia dan China masih membayangi psikologis pasar.
Selain terimbas sentimen negatif perlambatan ekonomi China, sentimen pasar turut juga dipicu rencana kenaikan bunga The Fed menjelang pertemuan The Fed bulan ini.
Kedua sentimen eksternal tersebut ikut memicu keluarnya arus dana asing dari pasar saham.
Pada perdagangan kemarin penjualan bersih asing mencapai Rp438,5 miliar.
Sepanjang Agustus ini hingga kemarin penjualan bersih asing di pasar saham telah mencapai Rp4,9 triliun.
Sedangkan nilai tukar rupiah atas dolar AS kemarin kembali melemah di R13.842.
Pelemahan rupiah atas dolar AS telah meningkatkan risiko perekonomian domestik.
Sementara bursa saham global tadi malam kembali bergerak di teritori negatif. Indeks Eurostoxx di zona Euro anjlok 1,9% di 3429,84.
Di Wall Street indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 0,93% dan 0,83% tutup di 17348,73 dan 2079,61.
Harga minyak mentah anjlok 5% di 40,95 dolar AS/barrel setelah data cadangan minyak mentah AS pekan lalu melonjak 2,6 juta barrel jauh lebih tinggi ketimbang perkiraan yang turun 777 ribu barel.
Anjloknya harga minyak mentah telah menekan harga saham sektor energi di Wall Street.
Meskipun pasar Wall Street meragukan kenaikan tingkat bunga the Fed September mendatang menyusul hasil pertemuan The Fed bulan lalu yang mengindikasikan belum terpenuhinya sejumlah indikator ekonomi sebagai pertimbangan utama kenaikan bunga, namun pasar lebih mengkhawatirkan perlambatan ekonomi global yang dipicu oleh memburuknya perekonomian China.
Perkembangan pasar global yang kurang kondusif tersebut akan kembali mendominasi sentimen pasar pada perdagangan hari ini.
"IHSG diperkirakan akan cenderung melemah menyusul minimnya insentif positif," kata David.
Arus dana asing yang cenderung keluar dari aset berisiko juga turut mempengaruhi psikologis pasar.
IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4450 dan resisten di 4530.
IHSG : S1 4450 S2 4410 R1 4530 R2 4570
Saham Pilihan
ASII 6000-6400 BoW, SL 5800
BBRI 9700-10200 BoW, SL 9600
BBNI 4300-4500 Buy, SL 4250
ICBP 12500-12800 TB, SL 12350
PTBA 5100-5350 BoW, SL 5000
PTPP 3720-3870 BoW, SL 3680
WIKA 2670-2800 BoW, SL 2650
ADHI 2000-2200 BoW, SL 1980
SMRA 1620-1700 TB, SL 1570
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150820tanpa-insentif-sepanjang-hari-ini-ihsg-diperkirakan-loyo_20150820_081317.jpg)