Jangan Pilih Pimpinan KPK yang Baru Pensiun dari Penegak Hukum

Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi disarankan untuk tidak meloloskan calon pimpinan yang baru saja pensiun

Jangan Pilih Pimpinan KPK yang Baru Pensiun dari Penegak Hukum
Kompas.com/SABRINA ASRIL
Refly Harun 

WARTA KOTA, PALMERAH— Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi disarankan untuk tidak meloloskan calon pimpinan yang baru saja pensiun dari instansi penegak hukum dan keamanan, seperti Polri, Kejaksaan Agung, maupun TNI. Sebab, independensi calon itu akan dipertanyakan apabila mereka terpilih nantinya.

"Harus diperhatikan juga bagi Pansel KPK, jarak pensiun yang masih tipis itu soal independensinya," kata pakar hukum tata negara Refli Harun dalam diskusi bertajuk "KPK bukan Komisi Perwakilan Kejaksaan dan Kepolisian" di Kantor ICW, Senin (17/8/2015).

Refly mengatakan, tidak menjadi persoalan seorang pensiunan aparat penegak hukum ingin mencalonkan diri sebagai calon komisioner KPK. Menurut dia, ada kemungkinan komisioner itu ingin mencari lahan pengabdian baru bagi negara.

"Tapi sebaiknya jaraknya yang lebih dari lima tahun sejak pensiun," kata dia.

Untuk diketahui, ada 19 nama calon komisioner KPK yang dinyatakan lolos tes tahap ketiga seleksi calon pimpinan KPK. Dari nama yang lolos, ada yang berasal dari tiga instansi penegak hukum itu adalah Widyaiswara Madya Sespimti Polri Brigjen Pol Basaria Panjaitan, mantan Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende, Direktur Perdata Jam Datun Kejaksaan Agung Sri Harijati.

Sedangkan ada satu yang merupakan mantan dan mantan petinggi TNI, yaitu Aspan KSAD Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji.(Dani Prabowo)

Editor: Suprapto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved