Breaking News:

Ajarkan Seksualitas pada Anak Sejak Dini

Riset menunjukkan 92 persen anak kelas IV hingga kelas VI SD sudah terpapar pornografi lewat situs pornografi, videoklip, buku, film, atau tayangan

Editor: Andy Pribadi
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Pengetahuan tentang seks bisa diberikan orangtua kepada anak-anak sedini mungkin dimulai dari rumah. 

Ia kerap lebih dulu tahu masalah yang dihadapi anak-anaknya di sekolah maupun dalam pergaulan dibandingkan dengan sang ayah yang tinggal bersama mereka. Anak-anaknya merasa bebas bercerita apa saja.

Putri keduanya, Ken (8), yang masih duduk di kelas II SD, misalnya, meminta ibunya menjelaskan istilah ”pelecehan seksual” yang ia dengar dari berita TV.

Sementara Lintang kerap bercerita tentang bagaimana teman-temannya di kelas V SD berpacaran. Dengan bahasa sederhana tetapi gamblang, Ika pun berdiskusi pada anak-anaknya soal seksualitas.

”Zaman sekarang orangtua tidak cukup lagi bilang jangan. Misalnya ketika Lintang cerita tentang temannya yang kecanduan game yang bermuatan kekerasan dan seks, aku tanya pendapat dia. Apa untungnya, apa bahayanya, sampai dia sendiri bisa menilai bahwa itu tidak baik,” kata Ika.

Meski kedua anaknya masih duduk di bangku SD, Ika sudah menanamkan pada mereka konsep harga diri. ”Perempuan itu harus pintar dan kuat, tidak seolah menjual murah dirinya pada siapa pun,” ujarnya.

Kegiatan positif
Seperti Ika, Samantha (43) meyakini, anak-anak pada zaman digital ini sudah ”berevolusi”.

Ketika memberi fasilitas gawai pada Lolita (13), Samantha membuat kesepakatan dengan putri tunggalnya itu bahwa ia akan selalu mengecek penggunaan gawai itu.

”History di HP bisa dihapus, tetapi anak juga kadang lupa. Kalau kita sering cek, pasti ketahuan. Aku cari tahu situs apa yang sering ia buka. Aku perhitungkan juga durasi dia online,” ujar Samantha.

Samantha pun hanya membolehkan putrinya pergi dengan teman yang ia kenal dalam batas waktu yang disepakati. ”Aku juga berusaha kenal orangtua teman Lolita yang pergi dengannya. Kalau dia tidak mau aku bicara dengan temannya, aku tidak akan mengizinkan dia pergi,” ujarnya.

Ibu yang menamatkan kuliah di Jepang ini juga membimbing putrinya berkegiatan positif yang diminati si anak.

Halaman
1234
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved