Soal Museum, Tinton Suprapto Ngadu ke Mensos

Ketua Yapeta Tinton Soeprapto mengadu ke Menteri Sosial terkait kurangnya perhatian pemerintah kepada keberadaan Museum Peta di Bogor.

Soal Museum, Tinton Suprapto Ngadu ke Mensos
Warta Kota/Soewidia Henaldi
Ketua Yapeta Tinton Soeprapto (kanan) mengadu ke Menteri Sosial terkait kurangnya perhatian pemerintah kepada keberadaan Museum Peta di Bogor. 

WARTA KOTA, BOGOR - Ketua Yayasan Pembela Tanah Air (Yapeta) Tinton Soeprapto mengadu ke Menteri Sosial terkait kurangnya perhatian pemerintah kepada keberadaan Museum Peta di Bogor.

Kepada Khofifah Indar Parawansa Tinton juga meminta Pemerintah Kota Bogor terus mengedukasi masyarakat Bogor untuk menjaga keberadaan museum.

"Bisa dilihat bu, atap museum Peta ini masih seng, masih orsinil, usianya lebih dari 70 tahun. Padahal Peta ini merupakan cikal bakal terbentuknya Tentara Nasional Indonesia (TNI)," ujar Tinto saat kepada Mensos saat berkunjung ke museum Peta, Minggu (16/8).

Di Museum Peta kata Tinton, terdapat 450 jenis senjata yang digunakan para pejuang kemerdekaan mulai dari bambu runcing hingga senjata rampasan.

Koleksi di Museum Peta tersebut, katanya merupakan koleksi senjata perang terlengkap yang dipunyai Indonesia saat ini dan merupakan sumbangan dari para tentara sukarela pembela tanah air.

Dia berharap, museum Peta di Kota Bogor lebih diperhatikan dari segi perawatan dan akomadasi penunjangnya. Dalam kesempatan itu, Tinton juga meminta kepada Pemerintah Kota Bogor agar terus melakukan edukasi kepada masyarakat luas, khususnya warga Bogor agar lebih menjaga keberadaan museum Peta.

"Seharusnya di Kota Bogor ini berdiri monumen perjuangan Peta. Saya juga melihat masyarakat luas masih enggan untuk berkunjung ke museum Peta dan tugas ini merupakan kewajiban Pemkot Bogor agar lebih mengedukasi kembali masyarakat terkait keberadaan museum Peta," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Sosial Khofifah berjanji akan terus melakukan perbaikan museum Peta. Dia juga mengaku sudah sejak lama memberikan edukasi kepada generasi muda untuk lebih mengenal jasa pahlawan melalui kegiatannya berkunjung ke museum perjuangan.

"Sebelum saya menjabat sebagai menteri, ketika masih di NU, selalu mengenalkan generasi muda kepada jasa pahlawan," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, saat ini Kota Bogor sudah menyandang sebagai kota perjuangan. Dia berjanji akan mempercantik museum-museum yang berada di Kota Bogor.

Museum Peta berada di Jalan Sudirman, Bogor Tengah, Kota Bogor. Berada sekitar satu kilo meter dari Istana Bogor. Museum Peta juga berada di pusat pelatihan Zeni TNI AD yang dibangun pada tahun 1745.

Peletakan batu pertama museum dilakukan 14 November 1993 oleh Wakil Presiden saat itu Umar Wirahadikusuma. Museum ini diresmikan Presiiden Soerhato pada 18 Desember 1995.

Penulis: Soewidia Henaldi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved