Breaking News:

Pemkot Bekasi Gelontorkan Rp 20 Miliar Perbaiki 11 Jembatan

Selain dibangun ulang, pemerintah juga melebarkan jembatan itu dari lima meter menjadi tujuh meter dan meninggikannya hingga dua meter.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Gede Moenanto
Pemkot Bekasi Gelontorkan Rp 20 Miliar Perbaiki 11 Jembatan
Ilustrasi jembatan.

WARTA KOTA, BEKASI -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tengah merehabilitasi sebelas jembatan di tahun 2015.

Selain dibangun ulang, pemerintah juga melebarkan jembatan itu dari lima meter menjadi tujuh meter dan meninggikannya hingga dua meter.

"Diperkirakan, biaya seluruhnya mencapai Rp 20 miliar," ujar Kepala Bidang Bina Marga dari Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Arif Maulana, Minggu (17/8/2015).

Arif mengatakan, pembangunan ulang jembatan itu karena mempertimbangkan aspek kenyamanan. Sebab jembatan itu mayoritas berada di jalur padat kendaraan dengan memiliki lebar 5-6 meter.

Apabila dibangun ulang, maka lebar jembatan itu menjadi tujuh meter.

Ada pun jembatan yang tengah dibangun di antaranya, Jembatan Mangseng Bekasi Utara, Jembatan Kali Lengkak Agus Salim, Jembatan M Yamin, Jembatan Kartini, Jembatan Hasibuan, Jempatan IKIP, Jembatan Nasio, Jembatan Pengasinan, Jembatan Perumnas 3, Jembatan Pejuang Jaya Bekasi Utara dan Jembatan Jatibening.

Menurutnya, progres pembangunan telah dilaksanakan pada awal Agustus ini. Seluruh biaya pembangunan sebesar Rp 20 miliar akan dikucurkan melalui APBD 2015 Kota Bekasi.

"Tahun lalu, juga ada pembangunan jembatan, salah satunya jembatan Joyo Martono, Bekasi Timur yang mampu mengurangi kemacetan di sana," katanya.

Arif menargetkan, pembangunan 11 jembatan itu bakal selesai enam bulan mendatang. Selain melebarkan jembatan kata dia, pembangunan jembatan juga akan memakan ketinggian hingga satu-dua meter.

"Ketinggian ini untuk mencegah terjadinya luapan air yang selalu tergenang apabila hujan datang," ucapnya. "Kalau tidak ditinggikan, dikhawatirkan arus kendaraan terputus seperti di Jembatan IKIP yang kerap terputus bila air meluap dari kali," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Tri Adhianto menambahkan, selain membangun jembatan, pemerintah daerah juga akan membangun polder di dua titik rawan banjir. Salah satunya, di kawasan IKIP, Jatiasih dan Perumnas 3, Bekasi Timur.

Tri menambahkan, untuk pembangunan polder air juga memakan anggaran yang sama yakni Rp 20 miliar. Dana sebesar itu diperuntukan pembebasan lahan. "Sebesar Rp 15 miliar untuk pembebasan lahan, sisanya Rp 5 miliar untuk pembangunan fisik," katanya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved