Ketika Mereka yang Sakit Jiwa Ikut Memaknai Hari Kemerdekaan RI

Warga binaan psikotik memeriahkan HUT RI ke- 70 sebagai peserta lomba yang diadakan.

Ketika Mereka yang Sakit Jiwa Ikut Memaknai Hari Kemerdekaan RI
Andika Panduwinata
WARTA KOTA, CENGKARENG -- Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1, Cengkareng, Jakarta Barat yang merupakan tempat penanganan psikotik terlantar atau orang yang mengalami gangguan kejiwaan merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke- 70.
Para penyandang sakit jiwa ini pun seperti masyarakat pada umumnya antusias mengikuti berbagai macam perlombaan pada 17 Agustus.
Dokter Bahar di Panti Sosial Bina Laras, yang menangani penghuni binaannya, menjelaskan, makna Kemerdekaan yang diikuti oleh pasien gangguan jiwa ini. Menurutnya kemerdekaan bagi warga binaan psikotik mempunyai keterbatasan kognitif dan afektif, tidak lebih dari suatu perasaan kebersamaan, di mana mereka merasa ada yang memperhatikan, peduli, dan mengasihi.
"Namun, makna Kemerdekaan justru lebih terasa bagi mereka yang menangani warga binaan psikotik. Karena rasa kebangsaan lebih terasa saat mereka dapat merasakan kebersatuan yang utuh dengan saudara sebangsa dan setanah air," ujar Bahar di Panti Sosial Bina Laras, Cengkareng, Jakarta Barat pada Senin (17/8/2015).
Ia menambahkan, kegiatan ini juga dapat melanjutkan perjuangan dengan mengisi kepedulian yang tulus dan ikhlas kepada penyandang gangguan jiwa. Serta pemenuhan hasrat menyumbangkan sesuatu bagi bangsa dan Negara tercinta ini.
Binaan Sakit Jiwa Ingat Masa Kecil
Warga binaan psikotik memeriahkan HUT RI ke- 70 sebagai peserta lomba yang diadakan.
Berbagai lomba diselenggarakan seperti tarik tambang, makan kerupuk, masukan pensil ke dalam botol, lomba joget balon, bawa kelereng, futsal dan voli.
Menurut satu dari warga binaan Panti Bina Laras, Ben (26) mengungkapkan dirinya teringat masa kecil dalam mengikuti acara perlombaan itu.
"Ingat masa kecil, ikut lomba di rumah," kata Ben.
Ia menuturkan, dapat membantu rekan-rekan lainnya dalam memenangkan pertandingan.
"Bisa dukung teman saya juga," ucapnya.
Para penyandang gangguan jiwa ini pun tampak berantusias hanyut dalam kemeriahaan hari kemerdekaan Indonesia. Mereka terlihat bergembira dalam mengikuti setiap lomba yang ada.
"Acara tujuhbelasan ini juga sebagai bentuk terapi untuk warga binaan," pungkas Kepala Panti Bina Laras, Sarima Inong. (Andika Panduwinata)
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved