Musim Kemarau

Air Tidak Dihemat, Tangerang Bisa Alami Bunuh Diri Ekologis

Musim kemarau parah tahun ini sebaiknya dijadikan waktu untuk menyusun strategi bagaimana menyimpan persediaan air saat musim hujan nanti datang.

Air Tidak Dihemat, Tangerang Bisa Alami Bunuh Diri Ekologis
Curiosmob

WARTA KOTA, TANGERANG - Pengamat Lingkungan Hidup Universitas Trisakti, Nirwono Joga pada Jumat (14/8) mengatakan bahwa musim kemarau parah tahun ini sebaiknya dijadikan waktu untuk menyusun strategi bagaimana menyimpan persediaan air saat musim hujan nanti datang.

Menurut Nirwono, jika pola pengelolaan dan penggunaan air masih salah, maka bukan tidak mungkin Tangerang perlahan-lahan akan menuju ke kondisi yang lebih buruk, baik dari sisi pertanian, maupun kesejahteraan masyarakat lain.

"Kondisi global warming sekarang ini sudah parah. Cuaca tak menentu. Musim kemarau bisa lebih lama berjalan dibanding prediksi. Inilah pentingnya menghemat air. Kalau tida dilakukan, Tangerang bisa mengalami bunuh diri ekologis. Tidak usah lama-lama, lima tahun kedepan saja sudah bisa kejadian," katanya.

Nirwono menambahkan, selain pembenahan infrastruktur yang harus dilakukan pemerintah dan masyarakat, hal yang harus diubah adalah pola pikir terhadap musim hujan.

"Mindset masyarakat terhadap musim hujan selama ini adalah banjir. Akibatnya, saat hujan datang, yang dipikirkan adalah caa bagaimana membuang air, bukan menyimpannya. Paradigma ini yang harus diubah. Musim kemarau tahun ini bisa jadi pembelajaran bahwa musim hujan yang datang dua atau tiga bulan lagi adalah saatnya panen air besar-besaran," katanya. (Banu Adikara)

Penulis: z--
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved