Musim Kemarau

Warga di Desa Ini Terpaksa Jual Ayam Supaya Bisa Mandi

Air adalah sumber kehidupan. Apa pun akan dilakukan untuk mendapatkan air

Warga di Desa Ini Terpaksa Jual Ayam Supaya Bisa Mandi
Kompas.com
Direktur PT Sidomuncul Irwan Hidayat (berbaju putih) menyaksikan bantuan air bersih didesa Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Rabu (12/8/2015) 

WARTA KOTA, JAKARTA - Air adalah sumber kehidupan. Apa pun akan dilakukan untuk mendapatkan air, termasuk kalaupun harus menjual harta bendanya.

Ngatemi (40), warga Desa Pulokulon, Grobogan, Jawa Tengah harus bersusah payah untuk mendapatkan air bersih.

Sudah empat bulan terakhir desanya dilanda kekeringan. Ia dan suaminya harus menempuh perjalanan sejauh tiga kilometer dengan sepeda tuanya untuk mengambil air di Sungai Lusi.

Kondisi ini memaksanya untuk berhemat dalam memakai air. Kebutuhan memasak dan minum ternak menjadi prioritas. Selebihnya bukan perkara wajib.

"Yang penting bisa untuk masak dan untuk minum ternak. Mandi nomor sekian, paling dua hari sekali-lah. Setiap tahun selalu begini, Mas, jadi ya enggak kaget," kata Ngatemi yang ditemui saat tengah mengantre bantuan air bersih dari PT Sidomuncul, Rabu (12/8/2015).

Jika ada sedikit rezeki, Ngatemi biasanya patungan dengan para tetangganya untuk membeli air tangki seharga Rp 200.000.

Terkadang, dirinya harus menjual ayam hanya demi mendapatkan kiriman air.

"Kalau punya uang, sehari Rp 50.000 bisa dapat empat jeriken. Kadang dibelain jual ayam untuk urunan," imbuhnya.

Kepala Desa Pulokulon, Kandar, mengungkapkan, kekeringan yang melanda desanya sudah berlangsung selama empat bulan.

Tidak ada sumber alternatif untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi sedikitnya 11.252 warga Desa Pulokulon.

Halaman
12
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved