Kartu Jakarta Pintar

Pengguna KJP Keluhkan Tidak Bisa Tarik untuk Ongkos

Orangtua siswa penerima Kartu Jakarta Pintar mengeluhkan keputusan Pemprov DKI yang menutup akses pengambilan dana tunai KJP per dua minggu sekali.

Pengguna KJP Keluhkan Tidak Bisa Tarik untuk Ongkos
Panji Baskhara Ramadhan
Ilustrasi : Ratusan warga rela antre sejak pagi di halaman parkir Bank DKI Cabang Anggrek -Tanjung Priok, Jalan Anggrek, Koja, Jakarta Utara, Selasa (28/7). 

WARTA KOTA, SETIABUDI - Orangtua siswa penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) mengeluhkan keputusan pemerintah provinsi DKI Jakarta yang menutup akses pengambilan dana tunai KJP per dua minggu sekali senilai Rp 50.000.

Pasalnya, uang tunai yang dapat ditarik pada minggu pertama dan ketiga tersebut, biasanya digunakan sebagai ongkos untuk anak sekolah.

Darmi (31), orangtua penerima KJP di Jagakarsa Jakarta Selatan, menyebutkan, uang tersebut biasanya digunakan untuk ongkos anaknya sekolah.

Selain itu, juga digunakan untuk tambahan uang jajan anaknya yang bersekolah di SD.

"Waduh kalau emang benar kayak gitu, sayang banget dong mbak karena nggak bisa dipakai untuk ongkos lagi. Padahal lumayan buat nambahin ongkos dan jajan anakku," ujar Darmi ketika ditemui Warta Kota, Kamis (12/8/2015) sore.

Darmi mengaku, penggunaan EDC pun sebenarnya sudah sulit karena beberapa waktu lalu, ketika membelanjakan KJP-nya, dia harus beberapa kali datang ke toko untuk bisa menggunakan ATM-nya untuk belanja non-tunai.

"Wah kemarin pakai EDC itu aja saya udah di depan konter, eh, nggak bisa. Katanya karena udah kepanasan mesinnya. Makanya nggak bisa dipakai," kata Darmi.

Apalagi, kata Darmi, jika harus dibelanjakan semuanya secara tunai tanpa boleh ditarik sebagian. Itu berarti, untuk uang transport dan jajan anaknya, dia harus menyediakan sendiri.

"Uang ongkos dan jajan berarti mulai sekarang harus dikeluarin sendiri ya, ngga ada tambahan dari KJP, ya jadi susah gini," keluh Darmi.

Darmi mengatakan, dirinya tidak mengetahui mengapa pemerintah memutuskan demikian. Namun, ia yakin, orangtua lainnya akan mengeluhkan hal serupa.

Halaman
123
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved