Urus Asuransi Pemegang SIM

Saat membuat surat izin mengemudi (SIM), pengemudi akan mendapatkan kartu asuransi PT Asuransi Bhakti Bhayangkara (ABB) dengan membayar Rp 30.000.

Wartakotalive.om/Panji Baskhara Ramadhan
Ilustrasi kecelakaan. 

WARTA KOTA, PALMERAH-Saat membuat surat izin mengemudi (SIM), pengemudi akan mendapatkan pula kartu asuransi dari PT Asuransi Bhakti Bhayangkara (ABB). Untuk mendapatkannya, pengemudi membayar Rp 30.000.

Sebenarnya, pengemudi tidak wajib mengikuti asuransi ini. Hanya saja, pengemudi kadang tidak punya pilihan atau tidak mendapatkan informasi bahwa asuransi itu hanya pilihan, bukan wajib.

Kepala Subdirektorat Pendidikan dan Rekayasa Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ipung Purnomo mengatakan, asuransi ini masih ada. Pengemudi yang mengalami kecelakaan lalu lintas bisa mengajukan klaim.

"Klaim asuransi (PT ABB) masih ada," kata Ipung saat dihubungi Kompas.com, Rabu (12/8/2015).

Asuransi tersebut digunakan untuk mengklaim jika terjadi kecelakaan berkendara yang mengakibatkan catat permanen atau meninggal dunia.

Untuk mengajukan proses pengajuan klaim, pengemudi harus memenuhi syarat. Pertama, harus berkoordinasi dengan dengan pihak asuransi.

"Nanti di cek, ini bener karena kecelakaan atau kenapa. Nanti juga dilihat punya SIM atau tidak. Kalau dia tidak punya SIM kan berarti dia tidak ikut asurnasi Bhakti Bhayangkara," kata Ipung.

Untuk pengajuan klaim, pertama, melaporkan kepada petugas asuransi PT. Bhakti Bhayangkara Daerah di masing-masing Satpas setempat. Kemudian, melampirkan surat keterangan dari pihak yang berwenang berupa; Surat keterangan kejadian kecelakaan lalu lintas dari Satlantas setempat; Kematian/cacat/biaya rumah sakit; photo copy SIM dan Kartu Asuransi yang bersangkutan; dan Tuntutan dari ahli waris yang sah dalam hal tertanggung meninggal dunia dengan disertai visum et repertum.

Berdasarkan data dari website resmi PT ABB, kantornya berada di Jalan Palatehan No 5 Kebayoran Baru Jakarta Selatan dengan nomor telepon (021) 7204021 dan Fax (021) 7203306. Kartu asuransi itu berlaku sama dengan SIM, yakni selama lima tahun. Bagi pemegang SIM A/B yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas, mendapat maksimal pertanggungan Rp 4.000.000 dan pemegang SIM C Rp 2.000.000. (Kompas.com)

Editor: Max Agung Pribadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved